Surabaya (beritajatim.com) – Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Jawa Timur (Jatim). menyerahkan dokumen policy paper kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim.
Dokumen ini mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi pengembangan pendidikan vokasi lewat analisis penggerak perubahan yang mencakup aspek sosial, teknologi, ekonomi, lingkungan, politik, dan budaya.
Ketua Konsorsium PTV Jatim Prof Amang Sudarsono mengatakan, scenario planning yang dihasilkan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pada sektor pendidikan vokasi dan DUDI.
“Ini untuk mempersiapkan tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan dalam bidang otomatisasi dan AI misalnya, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Timur,” ujar Amang, Jumat (19/7/2024).
Melalui pendekatan ini, lanjut dia, diharapkan dapat tercipta ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasar, sehingga mengurangi tingkat pengangguran dan mendorong inovasi berbasis potensi daerah.
Menurut Amang, pada model dynamic system workforce planning Jatim diketahui jika perbandingan pemetaan tenaga kerja vokasi dan PDRB berdasarkan lapangan usaha menyatakan bahwa PDRB lapangan usaha transportasi dan pergudangan, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan jasa lainnya memiliki nilai kecil, meskipun lulusan di bidang lapangan usaha tersebut sangat besar.
Sementara itu, pada model dynamic system innovation planning Jatim, diketahui tingkat teknologi dengan mempertimbangkan inovasi menunjukkan peningkatan dibandingkan tanpa mempertimbangkan inovasi.
“Hal ini berakibat penurunan tenaga kerja akibat keterlibatan teknologi, meski di satu sisi peningkatan inovasi dapat meningkatkan PDRB Jawa Timur,” katanya.
Amang melanjutkan jika kondisi umum wilayah Jatim menunjukkan fokus kuat pada peningkatan kualitas SDM, pengembangan teknologi, dan pengembangan pariwisata. Jatim berada dalam fase transformasi yang kompleks akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi.
“Tiga fokus utamanya yaitu peningkatan kualitas SDM, pengembangan teknologi, dan pariwisata. Peningkatan kualitas SDM diarahkan pada penciptaan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk penyesuaian kurikulum pendidikan dan pengembangan soft skill serta hard skill,” paparnya.
Amang menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemprov Jatim melalui Bappeda, Dinas dan unsur pemerintahan di bawahnya, Mitra DUDI, Media, SMK serta dukungan pembiayaan dari LPDP dan Mitras DUDI Kemendikbud, yang memungkinkan riset ini terlaksana.
“Mewakili 14 PTV di Jatim, saya berharap apa yang telah dihasikan oleh rekan-rekan tim peneliti Konsorsium PTV Jatim ini dapat digunakan sebagai referensi dan pertimbangan guna menyusun kebijakan bagi pemimpin daerah di Jawa Timur, ke depannya,” harapnya. [ipl/ian]






