Jember (beritajatim.com) – Kondisi jalan dan ruang terbuka hijau di desa-desa wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dikritik keras oleh DPRD Jember. Bupati Hendy Siswanto berjanji menjawab kritik itu dengan solusi inovatif.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jember menyebut, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 40 persen jalan desa mengalami kerusakan berat, termasuk lubang-lubang besar dan permukaan yang tidak rata.
“Kerusakan ini berdampak negatif terhadap aksesibilitas desa-desa, transportasi barang, dan mobilitas warga desa dalam beraktivitas sehari-hari. “Selain itu, kurangnya penandaan jalan yang jelas dan kurangnya penerangan pada malam hari menjadi faktor risiko dalam keamanan lalu lintas,” kata Ketua Fraksi PKB Sunarsi Khoris.
Hendy sepakat perlu adanya penguatan semangat sinergi dan kolaborasi untuk menangani permasalahan jalan desa. “Terutama secara berjenjang sejak dari desa, kecamatan dan tingkat kabupaten, agar pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar di wilayah Kabupaten Jember dapat berjalan dengan sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan,” katanya, ditulis Sabtu (17/6/2023).
Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar tersebut tetap membertimbangkan aspek keseimbangan ekologi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Kewenangan ini Dinas PU BMSDA (Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air) hanya terbatas melakukan pendampingan teknis terkait monitoring dan evaluasi terhadap rencana pembangunan infrastruktur jalan di desa melalui anggaran dana desa atau alokasi dana desa, atau dana bantuan terhadap desa,” kata Hendy. Pendampingan ini dilakukan agar pelaksanaan proyek fisik desa dapat berhasil dengan kuantitas dan kualitas sesuai rencana anggaran biaya (RAB).
Soal penerangan jalan umum, Hendy mengatakan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya selalu melakukan pengecekan atau evaluasi terhadap keadaan penerangan jala.,”Evaluasi terhadap anggaran dan kebutuhan yang diperlukan untuk perawatan penerangan jalan umum yang ada, serta dalam rangka memenuhi kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di semua ruas jalan yang belum terpasang PJU,” katanya.
Fraksi PKB juga mempertanyakan sedikitnya desa yang memiliki ruang terbuka hijau yang terawat. “Hanya sekitar 20 persen desa yang memiliki ruang terbuka hijau yang terawat dengan baik. Hal ini mengakibatkan penurunan kualitas udara, peningkatan suhu, serta hilangnya habitat alami bagi flora dan fauna,” kata Khoris.
Bupati Hendy mengatakan, Dinas Cipta Karya Jember telah mengevaluasi prioritas perawatan taman kota dan ruang terbuka hijau. “Kami akan mencari solusi inovatif untuk mengoptimalkan perawatan taman kota dan ruang terbuka hijau dengan menggandeng masyarakat setempat, untuk melakukan kegiatan tanam pohon atau menjaga kebersihan taman kota,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember juga akan membangun relasi dengan investor atau yayasan lingkungan untuk ikut serta dalam investasi kegiatan perawatan taman kota dan ruang terbuka hijau. “Dengan semangat serta perhatian pemerintah desa seluruh Kabupaten Jember, secara serentak telah dilakukan penanaman pohon di wilayah desa, dalam rangka peringatan Hari Desa Asri Nusantara pada Maret 2023. Selanjutnya, direncanakan setiap tahun dilakukan penanaman pohon secara serentak untuk memperingati Hari Desa Asri Nusantara,” kata Hendy. [wir]






