Surabaya – Komunitas sosial Peduly Surabaya melakukan kunjungan ke Yayasan Kanker Indonesia cabang koordinator Jawa Timur yang berlokasi di Mulyorejo.
Tempat ini merupakan rumah singgah bagi para pejuang kanker, baik yang berasal dari Surabaya maupun luar kota, yang sedang melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya.
Dalam kunjungannya kali ini, komunitas Peduly Surabaya mengajak pejuang kanker untuk berkreasi membuat gantungan kunci.
Terdapat 30 relawan yang berpartisipasi dalam acara ini, untuk membantu 10 pejuang kanker dalam meningkatkan kreatifitasnya.
Para relawan dengan antusias mengajak para peserta untuk menggambar dan menghias gantungan kunci dari shrink paper.
Kegiatan ini dipilih karena memang sedang tren dan mudah dilakukan. Dalam pengerjaannya, para relawan dibagi ke dalam kelompok kecil agar lebih efektif.
Beberapa diantara mereka juga membuatkan gantungan kunci bagi para pejuang kanker dengan bentuk-bentuk yang lucu. Pola yang telah digambar tersebut kemudian dipanaskan dengan heat gun agar mengecil dan menjadi keras, kemudian diberi gantungan di bagian atasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai generasi, yang saat itu berada di rumah singgah tersebut. Dari anak kecil hingga lansia, semua mengikuti kegiatan berkreasi membuat gantungan kunci dari shrink paper yang ditemani oleh para relawan.
Salah satu peserta kegiatan ini yaitu Rindy (46 tahun) mengapresiasi adanya kegiatan seperti ini. Menurutnya kegiatan seperti ini menghibur para penyintas kanker di rumah singgah dan menjadikan diri mereka lebih produktif, karena biasanya mereka hanya menghabiskan hari-harinya dalam kamar sehingga dengan hadirnya acara yang diselenggarakan oleh Peduly ini membuatnya terhibur.
Salah satu relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, Widya, merasa sangat antusias dan bangga karena bisa terlibat dalam acara ini.
Perempuan asal Surabaya ini mengakui meskipun ia juga memiliki kesibukan dalam dunia kerja, namun kegiatan seperti ini adalah sesuatu yang positif karena menurutnya kita sebagai manusia harus berbuat baik dengan memberikan perhatian dan cinta kasih, terlebih pada mereka yang kurang mendapat perhatian.
Dalam sesi wawancara yang dilakukan, Widya mengungkapkan alasan ia senang mengikuti acara seperti ini adalah karena sosok Bunda Teresa yang menginspirasi kehidupannya. Bunda Teresa pernah mengatakan
“Tidak semua dari kita bisa melakukan hal-hal besar. Namun, kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.”
Inilah yang mendasari Widya untuk terus dapat mengikuti kegiatan seperti ini, dan berharap agar lebih banyak orang, terkhusus anak-anak muda dapat lebih aktif bergabung kegiatan volunteering positif seperti ini.
Kunjungan ke YKI ini bukanlah pertama kali dilakukan Kunjungan komunitas Peduly. Sebelumnya, mereka sudah sering melakukan beragam aktivitas lainnya, seperti penggalangan donasi, kegiatan cukur rambut, dan berbagi makanan di bulan Ramadhan.
Kegiatan membuat gantungan kunci ini merupakan kegiatan sosial ke lima yang telah dilakukan oleh Peduly di bulan Mei 2025 ini.
Peduly Surabaya merupakan bagian dari organisasi non-profit Peduly Indonesia yang telah lahir sejak tahun 2018 lalu. Komunitas ini berdiri dengan tujuan memotivasi dan mengajak anak-anak muda di seluruh Indonesia agar lebih peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya.
Melalui kegiatan-kegiatan yang mereka adakan, Peduly berharap dapat memiliki dampak pada sektor lainnya juga, seperti lingkungan, anak jalanan, dan lansia. Sampai saat ini, Peduly sebagai komunitas terus berupaya mengajak anak muda lebih banyak lagi dan berkomitmen memberikan yang lebih baik untuk menebarkan kasih dan rasa peduli bagi mereka yang membutuhkan pertolongan kita. (ted)
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya






