Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Mitra Keluarga Kenjeran resmi menghadirkan layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler (KNTM). Fasilitas medis ini melengkapi Advanced Cancer Center sebagai pusat penanganan kanker terpadu dalam satu atap di Jawa Timur.
Data Globocan menunjukkan lebih dari 1,13 juta penyintas kanker hidup di Indonesia. Risiko warga terkena kanker sebelum usia 75 tahun mencapai 15,7 persen dengan tingkat kematian 10 persen.
Tingginya angka ini menuntut kehadiran layanan medis terpadu. Selama ini pasien kerap berpindah rumah sakit atau pergi ke luar kota demi mendapatkan pemeriksaan dan terapi pengobatan kanker berkelanjutan.
Kebutuhan fasilitas kesehatan yang lengkap dan dekat dengan masyarakat menjadi perhatian serius pihak manajemen.
“Kehadiran Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler melengkapi fasilitas layanan pengobatan kanker kami di Advanced Cancer Center Mitra Keluarga Kenjeran yang sudah hadir melayani masyarakat sejak beberapa tahun lalu,” kata Direktur Mitra Keluarga Kenjeran, dr. Monita Fenny Sudarsono, M.Kes, Sabtu (18/7/2026).
Fasilitas ini menawarkan konsep layanan terpadu atau one stop service. Pasien kini bisa menjalani tahapan deteksi dini hingga terapi akhir tanpa perlu berpindah lokasi perawatan.
“Ketika sudah terdiagnosis, fasilitas pengobatan di Mitra Keluarga Kenjeran pun sudah lengkap, mulai dari konsultasi dengan spesialis, radioterapi, dan kemoterapi, semua di satu lokasi,” jelasnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mitra Keluarga Kenjeran, dr. Stephanus Massora, Sp.KN-TM, Subsp.Onk (K), menjelaskan bahwa metode KNTM bekerja dengan mengevaluasi fungsi serta aktivitas seluler organ tubuh, bukan hanya melihat struktur anatominya.
“Kami di kedokteran nuklir akan melihat fungsi dan aktivitas seluler organ. Menariknya, teranostik molekuler menggabungkan terapi dan diagnostik, di mana zat yang sama dapat mendeteksi sekaligus menghancurkan sel kanker,” beber Stephanus.
Pengoperasian teknologi diagnostik ini menggunakan dua perangkat canggih berupa PET/CT dan SPECT/CT. Kedua alat tersebut mampu memberikan hasil diagnosis yang jauh lebih presisi secara medis.
“Hasilnya jauh lebih akurat dengan waktu pemeriksaan yang lebih cepat dan paparan radiasi rendah. Jika sudah diagnosis dini, pengobatan pasien bisa lebih efektif karena tidak perlu menunggu penyakit menjadi parah,” jelas Stephanus.
Dosis zat radioaktif yang dipakai sangat kecil dan terbukti aman bagi tubuh pasien. Seluruh prosedur medis ini juga berada di bawah pengawasan ketat Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bersama Kementerian Kesehatan.
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mitra Keluarga Kenjeran, dr. Tri Pera Sucianti, Sp.KN-TM, Subsp.Onk(K), FANMB, memaparkan luasnya jangkauan fungsi teknologi ini. Ia menyebut, pemanfaatan KNTM terbukti tidak terbatas pada ranah onkologi saja.
“Selain kanker, kedokteran nuklir juga bermanfaat untuk pemeriksaan penyakit jantung, infeksi, gangguan tiroid, dan kelainan tulang. Dengan hasil yang presisi, dokter bisa menentukan terapi paling efektif bagi setiap pasien,” paparnya.
Pengembangan layanan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam menyediakan pusat diagnostik modern. Manajemen menargetkan fasilitas medis ini mampu menjadi rujukan pengobatan kanker paling lengkap di tingkat regional.
Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Mitra Keluarga Kenjeran untuk menjadi pusat diagnostik dan terapi kanker terpadu yang terdepan di wilayah Jawa Timur. [ipl/ian]






