Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan dunia pendidikan dengan menyusun strategi penempatan guru sesuai lokasi domisili mereka. Langkah ini diyakini akan meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat kedekatan emosional antara guru dan lingkungan tempat mereka mengabdi.
Hal ini disampaikan sebagai bentuk keseriusan dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai program prioritas utama dalam pembangunan di Pamekasan. Berbagai inovasi pun tengah disiapkan untuk mendukung visi tersebut.
“Salah satu upaya yang akan kita lakukan untuk merealisasikan program ini, di antaranya dengan mendekatkan guru dengan tempat tinggal (domisili), sehingga mereka maksimal dalam mendidik siswa,” kata KH Kholilurrahman, beberapa waktu lalu.
Gagasan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para guru, kepala sekolah, serta stakeholder pendidikan lainnya. “Sehingga dengan adanya berbagai ide ataupun gagasan bersama, nantinya dapat mewujudkan pendidikan sesuai harapan bersama,” ungkapnya.
“Kedepan kami meminta para pelaku pendidikan untuk bersama-sama komitmen memajukan sektor pendidikan untuk lima tahun kedepan, yaitu dengan cara kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas sesuai dengan program yang dicanangkan,” tegas Kiai Kholil.
KH Kholilurrahman mengungkapkan bahwa dorongan besar untuk memperbaiki sektor pendidikan muncul dari pengalaman masa kepemimpinannya pada periode 2008–2013, ketika Pamekasan sempat menorehkan berbagai prestasi pendidikan yang prestisius.
“Maka dari itu, kedepan kita harus mengadakan terobosan bagaimana pendidikan menjadi sektor andalan utama di Pamekasan, mari kita bersama mulai memikirkan berbagai program inovatif yang dapat mendongkrak dan mengembangkan sektor pendidikan,” jelasnya.
Selain peningkatan kualitas tenaga pengajar, ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui penanaman nilai akhlak sejak dini. “Kami meyakini penanaman karakter sejak dini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan dan emosional,” pungkasnya. [pin/beq]






