Jember (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak puas dengan uji coba Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar Dinas Pendidikan setempat sejak 10 Maret 2026.
TKA adalah penilaian terstandar yang diselenggarakan pemerintah mulai tahun ajaran 2025/2026 untuk mengukur capaian pembelajaran siswa secara objektif, namun bukan sebagai penentu kelulusan. Tes ini bersifat sukarela yang difokuskan pada matematika dan bahasa, untuk memetakan mutu pendidikan, memvalidasi rapor, dan menjadi syarat lanjut studi.
TKA akan digelar pada April 2026 dan Dispendik mulai menggelar uji coba sebulan sebelumnya. “Namun kami rasakan kurang memuaskan. Ada beberapa daerah yang kami pantau ternyata servernya tidak bisa pada Senin kemarin dan hari ini,” kata Mohammad Hafidi, anggota Komisi D, Rabu (11/3/2026).
Ngadatnya server ini dinilai Hafidi sebagai kekurangsiapan. “Kami berharap uji coba ini jadi acuan untuk memperbaiki beberapa kekurangan, sehingga pada pelaksanaan ujian nanti tidak ada alasan server rusak, sinyal tidak ada, dan lain sebagainya,” katanya.
Persoalan server ini, menurut Hafidi, terjadi pada jam kedua ujian Senin (9/3/2026). “Hari ini di jam pertama kami cek di Kalisat juga begitu servernya,” katanya.
Hafidi juga meminta Dispendik memperhatikan kebutuhan perangkat komputer dan teknologi informasi di sekolah, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. “Seyogyanya pelaksanaan kegiatan itu harus diikuti dengan penyediaan sarana. Jangan cuma bisa melaksanakan TKA tetapi sarana tidak termonitor dengan baik,” katanya.
“Kalau sekolah itu mencukupi sarana kebutuhan komputernya, tentu uji coba bisa dilaksanakan pada Senin dan Selasa kemarin. Tetapi pada beberapa sekolah, cuma ada sekian komputer, sehingga sampai hari ini kami pantau masih ada pelaksanaan uji coba TKA,” kata Hafidi.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dispendik Jember Nurul Hafid Yasin mengatakan, akan ada bimbingan teknis pada Jumat dan Sabtu lusa. “Selain itu kami juga mengecek kesiapan dari masing-masing sekolah pelaksana TKA ini, baik kesiapan tempat, sarana-prasarana, maupun pendamping atau pengawasnya,” katanya.
Dispendik akan segera memperbaiki kekurangan selama masa uji coba. “Kami masih tahap persiapan. Kalaupun ada kendala insyaallah dengan waktu yang ada, bisa kita selesaikan dan kita atasi,” kata Hafid.
Menurut Hafid, TKA adalah hal baru bagi sekolah. “Semua lokus untuk tempat pelaksanaan TKA memang kami uji coba, karena ini kebijakan baru yang di dalamnya ada keterlibatan fasilitas teknologi informasi. Kalau enggak diujicoba, khawatir nanti di Hari-H pelaksanaan ada trouble dan butuh waktu penyelesaian,” katanya.
Soal sarana ujian, Hafid sudah mendata kebutuhan sekolah. “Kita yang sudah mendata dan menghitung. Insyaallah sudah tidak ada persoalan kalau untuk sarana. Mungkin kadang-kadang jaringan dan lain-lainnya ini masih ada trouble. Tapi secara umum antara peserta dan sarana yang akan kami siapkan di beberapa lokasi insyaallah mencukupi,” katanya. [wir]






