Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menggalakkan program penanganan stunting secara kolaboratif. Kali ini, PT Nestle Indonesia Kejayan Factory digandeng untuk mendampingi balita melalui program pemberian asupan gizi.
Program ini secara resmi diluncurkan di Auditorium Mpu Sindok, Gedung Kantor Bupati Pasuruan pada Rabu (6/8/2025). Bantuan diberikan dalam bentuk susu dan telur kepada anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menyampaikan rasa terima kasih atas keterlibatan PT Nestle Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi Nestle yang aktif membantu menekan angka stunting di daerah kami,” kata Mas Rusdi sapaan akrabnya.
Menurutnya, penanganan stunting bukan semata tugas pemerintah. Semua unsur masyarakat, termasuk perusahaan dan akademisi, harus ikut terlibat dalam menurunkan angka prevalensi stunting.
“Sejak beberapa tahun terakhir kami sudah membentuk tim percepatan penurunan stunting. Hasilnya bisa terlihat dari tren positif yang terjadi di Kabupaten Pasuruan,” lanjut Mas Rusdi.
Dari data terkini, angka stunting berhasil ditekan dari 22,50 persen pada 2019 menjadi 4,17 persen di tahun 2025. Angka ini bahkan lebih baik dari target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Mas Bupati Rusdi juga menegaskan pentingnya membangun kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta. “Dengan CSR yang tepat sasaran seperti ini, kita bisa menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
Program pendampingan gizi ini menyasar balita dengan status gizi kurang. Mereka akan mendapat asupan susu dan telur setiap hari selama enam bulan penuh.
Selain pemberian bantuan, PT Nestle Indonesia juga turut menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang kepada para orang tua. Hal ini bertujuan mendorong perubahan pola konsumsi keluarga ke arah yang lebih sehat.
Acara peresmian juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan perwakilan PT Nestle, termasuk Sufintri Rahayu sebagai Director dan Imelda Mayasari sebagai Factory Manager. “Semoga cakupan program ini bisa semakin luas dan menjangkau lebih banyak anak di Kabupaten Pasuruan,” harap Mas Rusdi. [ada/beq]






