Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah krisis ekonomi yang melanda, kreativitas masyarakat untuk menggerakkan ekonomi di tingkat bawah tetap berjalan. Hal ini terlihat dari acara Pesta Rakyat dan Wisata Mangrove yang digelar oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Medokan Ayu (MA) dan Penjaringan Sari (PS).
Acara yang digelar selama hampir satu bulan mulai 3 hingga 22 Oktober 2023 ini diikuti oleh 60 tenan UMKM dan beberapa wahana pendukung. Dengan asumsi rata-rata transaksi per hari mencapai Rp25 juta, maka total transaksi selama acara berlangsung mencapai Rp500 juta.
Berbagai macam kuliner tersedia di acara ini, mulai dari makanan kekinian hingga makanan tradisional. Salah satu peserta UMKM, Novi, mengaku senang diberi kesempatan berjualan di Pesta Rakyat. Menurutnya, event seperti ini harus sering diadakan untuk membantu UMKM menggali potensi produknya.
Selain menjual berbagai macam kuliner, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan, seperti reog, jaranan, musik dangdut, dan musik akustik. Acara ini menjadi ajang hiburan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan hiburan murah dan terjangkau.
Pada hari terakhir penutupan acara, panitia mengajak masyarakat sekitar untuk berwisata ke Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Wisata ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang pentingnya ekosistem hutan mangrove.
Acara Pesta Rakyat dan Wisata Mangrove ini merupakan bukti bahwa kreativitas masyarakat untuk menggerakkan ekonomi di tingkat bawah tetap berjalan, bahkan di tengah krisis ekonomi. Acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.[rea]






