Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya menjaga ketahanan pangan kini tak hanya jadi urusan pemerintah daerah atau petani mandiri.
Di Ponorogo, Kodim 0802 mengambil langkah konkret dengan membangun Program Hanpangan Terpadu (Ketahanan Pangan Terpadu) yang dikelola langsung di lingkungan markas mereka.
Dari sekadar barak militer, kini kompleks Kodim tersebut menjelma menjadi miniatur ekosistem pangan mandiri.
Ada budidaya hortikultura, peternakan lele, ayam petelur, hingga kambing lokal. Semua dikelola sebagai bentuk komitmen terhadap program strategis pemerintah pusat dan arahan komando atas.
Program ini pun mendapat kunjungan dari Kasiter Korem 081/DSJ, Letkol Inf Subgayo, didampingi sejumlah perwira staf termasuk Pasiwanwil Korem 081/DSJ Mayor Inf Asnan.
Mereka meninjau langsung kondisi lahan tanam dan peternakan kecil yang kini aktif berproduksi. Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, menyambut langsung kedatangan tim dari Korem. Ia menyebut kunjungan itu sebagai bentuk perhatian dan suntikan semangat bagi jajarannya.
“Terima kasih kepada Tim dari Korem yang berkenan meninjau Program Ketahanan Pangan Terpadu di Kodim 0802/Ponorogo,” kata Dandim, Rabu (30/7/2025).
Lebih dari sekadar formalitas, Dia menegaskan program ini bukan hanya untuk konsumsi internal Kodim. Namun, lebih dari itu, juga memiliki nilai strategis jangka panjang.
“Kami senang atas kegiatan ini karena disamping wujud perhatian dari Komando Atas, juga menjadi motivasi kami untuk terus berbuat terbaik. Manfaat program ini sangat nyata, baik untuk kesejahteraan anggota maupun masyarakat sekitar. Termasuk juga untuk memenuhi pasokan pangan dari SPPG Kabupaten Ponorogo,” ungkap Dwi Soerjono.
Program Hanpangan Terpadu Kodim 0802/Ponorogo saat ini, telah mengembangkan tanaman sayur melalui metode polibag. Berupa tanaman kangkung ada 765 polibag, Lombok 1360 polibag, Gambas 200 polibag, Kacang Panjang 100 polibag serta tanaman tomat ada 120 polibag.
Disamping tanaman Holtikultura jenis sayuran, Kodim 0802/Ponorogo juga mengembangkan program ketahanan pangan bidang peternakan. Diantaranya yaitu ternak ayam petelur yang saat ini masih berjumlah 60 ekor, ternak kambing lokal ada 10 ekor serta ternak ikan lele ada 2000 ekor, di mana saat ini sudah berumur 1 bulan. Meski skala masih terbatas, namun menurut jajaran Kodim, semua itu cukup menjadi modal awal untuk membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan, terutama di masa krisis atau kondisi darurat.(end/ted)






