Jember (beritajatim.com) – Bakal calon bupati Muhammad Fawait meyakini koalisi tujuh partai parlemen pendukungnya tetap solid hingga hari pendaftaran. Ia menyebut koalisi itu Koalisi Cinta atau Koalsi Jember Maju.
“Saya biasa dididik untuk merangkul semua. Karena saya kader partai politik, maka simbol kami adalah Semua karena Cinta. Kita tidak boleh memukul, tapi harus merangkul. Saya diajarkan begitu,” kata Fawait, Sabtu (17/8/2024) malam.
Konflik di tubuh Partai Golkar yang berujung pada lenggernya Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum diyakini tidak akan mengubah rekomendasi pemilihan kepala daerah Kabupayen Jember, Jawa Timur.
Golkar merekomendasikan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto untuk mencalonkan diri menjadi bupati dan wakil bupati Jember. “Saya mengutip Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur (Sarmuji), bahwa rekom-rekom dan surat tugas yang sudah ditandatangani tidak akan terpengaruh dinamika di Partai Golkar,” kata Fawait.
Fawait menganggap dinamika di Golkar sebagai hal biasa dalam partai politik. “Sebagai partai yang paling senior, hal-hal begitu bukan hal baru. Justru itulah kenapa Golkar bisa besar,” katanya.
Fawait masih memegang komitmen Golkar. “Saya yakin Golkar tetap bersama Koalisi Cinta’,” karanya.
Selain Golkar, Fawait-Djoko didukung Gerindra, PKB, PKS, PAN, Nasdem, dan PPP. Fawait menyebut koalisinya dengan nama Koalisi Jember Maju. “Kalau di Jakarta ada KIM (Koalisi Indonesia Maju), di Jember ada KJM. Tentunya nama itu atas persetujuan ketua-ketua partai,” katanya. [wir]

as a preferred source on Google




