Kediri (beritajatim.com) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri menggelar seminar internasional bertajuk ASEAN Youth Future Summit yang diikuti sekitar 400 peserta dari kalangan pemuda, mahasiswa, dan pelajar di Gedung PKPRI Kota Kediri, pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Kota Kediri tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seminar internasional yang membahas masa depan pemuda di era digital.
Ketua DPD KNPI Kota Kediri Munjidul Ibad menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan bekal kepada generasi muda agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat.
“Untuk kegiatan ini kita tahu sekarang adalah era digitalisasi dan persaingan yang semakin ketat,” ujarnya.
Maka, kata dia, seminar ini dirancang untuk membekali peserta dengan berbagai pengetahuan penting, seperti kepemimpinan, kepercayaan diri, serta wawasan global yang disampaikan oleh narasumber kompeten di bidangnya.
“Nah ini salah satu kegiatan untuk memberi bekal pada adik-adik, pada pemuda agar ke depan bisa bersaing baik lokal, nasional, kalau bisa internasional,” katanya.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dan mentor nasional maupun internasional, di antaranya Syafii Efendi, yang dikenal sebagai President OIC Youth Indonesia sekaligus International Public Speaker dan pengusaha, serta Aria Pandu Wicaksono, Founder Dreamile International.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari Thailand yang menyampaikan materi secara daring melalui Zoom, sehingga peserta tetap mendapatkan perspektif internasional dalam diskusi yang berlangsung.
Menurut Munjidul Ibad, peserta seminar didominasi oleh kalangan pemuda dari organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, serta pelajar dari berbagai daerah.
“Untuk peserta kurang lebih 400. Ini didominasi masih pemuda, OKP, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menginisiasi kegiatan yang dinilai menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk bertukar gagasan dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan masa depan.
“Pertama-tama atas nama pemerintah daerah saya ingin menyampaikan selamat datang kepada para peserta karena saya lihat judulnya internasional,” ujarnya.
Mbak Wali menilai forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga sarana membangun jaringan dan kerja sama antar pemuda dari berbagai daerah.
Menurutnya, pemuda memiliki peran penting sebagai motor penggerak perubahan karena ide-ide kreatif dan inovatif sering kali lahir dari keberanian generasi muda.
“Karena pemuda ini dikenal sebagai motor penggerak perubahan. Dan dari tangan pemuda, ide-ide kreatif kemudian inovasi ini semuanya keluar,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui dukungan terhadap program kreativitas, pendidikan, kewirausahaan, dan inovasi pemuda.
Wali kota termuda di Indonesia ini berharap forum tersebut mampu melahirkan ide-ide dan gagasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, baik di lingkungan sekolah, komunitas, maupun daerah masing-masing.
“Karena saya percaya bahwa yang hadir pada siang hari ini bukan hanya dari Kota Kediri tetapi dari kota kabupaten lainnya sehingga nantinya setelah diskusi terjalin kerja sama,” ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa para pemuda dapat berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat, seperti memberikan les gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu atau menciptakan solusi sosial berbasis komunitas.
Menurutnya, masa depan Kota Kediri dan daerah lain di Indonesia sangat bergantung pada energi, kreativitas, serta keberanian generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
“Dan kami percaya bahwa masa depan kota ini ditentukan oleh energi, kreativitas, keberanian adik-adik untuk menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Melalui kegiatan ASEAN Youth Future Summit tersebut, pemerintah berharap generasi muda mampu mengembangkan potensi diri sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang dapat mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Hadir mendampingi Wali Kota Kediri, Aisten Pemerintahan dan Kesra Syamsul Bahri, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Bambang Priyambodo dan Kepala Dinas Koperasi dan UMT Eko Lukmono. [nm/beq]






