Kediri (beritajatim.com) – Laznas LMI (Lembaga Manajemen Infaq) Jawa Timur Perwakilan Kediri menyalurkan bantuan modal usaha kepada dua penerima manfaat, yakni Endang dan Surtiwi, yang berdomisili di Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Bantuan ini disalurkan sebagai langkah konkret untuk membangkitkan kembali usaha warung makan mereka yang sempat mengalami kendala dan penurunan omzet.
Ahmad, perwakilan LMI Kediri, menjelaskan bahwa kedua penerima manfaat ini dipilih tidak hanya karena kondisi ekonomi mereka, tetapi juga karena semangat sosial mereka yang tinggi. Meski dalam keterbatasan, keduanya dikenal tetap dermawan kepada sesama.
Ahmad memaparkan latar belakang kondisi ekonomi kedua warga tersebut yang membutuhkan intervensi. Warung makan milik Endang mengalami penurunan omzet yang signifikan akibat jumlah pelanggan yang berkurang serta kenaikan harga bahan baku. Sementara itu, warung pecel milik Surtiwi terpaksa tutup sejak 2023 akibat masalah kesehatan yang dialaminya.
Setelah usahanya tutup, Surtiwi diketahui harus berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya seorang diri selama tiga tahun terakhir dengan mengajar anak-anak di sekitar rumahnya karena seluruh kerabatnya berada di luar kota.
Pihak LMI memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak sekadar berupa bantuan modal finansial, melainkan juga pendampingan berkelanjutan untuk pengembangan usaha.
“Melalui pemberian modal usaha, LMI ingin membantu Bu Endang dan Bu Surtiwi untuk kembali berdaya. LMI juga turut mendampingi pengembangan usaha mereka mulai dari analisis potensi pasar hingga pengembangan skill melalui pelatihan usaha,” jelas Ahmad.
Endang merasa bersyukur dan berencana menggunakan bantuan tersebut untuk menambah variasi menu dagangannya agar mampu bersaing.
“Alhamdulillah, setelah menerima modal usaha saya bisa nambah menu nasi soto ayam untuk menarik lebih banyak pelanggan. Terima kasih LMI dan donatur yang sudah memberi saya harapan baru,” ungkap Endang.
Senada dengan itu, Surtiwi yang sempat putus asa dengan usahanya juga menyampaikan rasa terima kasih. “Terima kasih LMI dan donatur. Dengan modal usaha yang diberikan saya bisa membuka usaha warung makan lagi,” tuturnya haru dengan rencana kembali menjual nasi pecel dan gado-gado.
Melalui program pemberdayaan UMKM ini, Laznas LMI berharap agar Endang dan Surtiwi mampu kembali mandiri secara ekonomi. Pendampingan yang diberikan diharapkan dapat membuat kondisi ekonomi kedua warga Desa Keling ini semakin stabil, sehingga mereka dapat kembali berdaya dan melanjutkan usaha yang telah mereka rintis selama belasan tahun tersebut. [nm/but]






