Banyuwangi (beritajatim.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan proses pengumpulan data terkait tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya pada Rabu (2/7) lalu hampir selesai. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, hingga Selasa (8/7), pengumpulan data telah mencapai sekitar 70 persen dan hanya tinggal menunggu data dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
“Pengumpulan sudah 70 persen, nanti kalau sudah dapat data dari BKI, data yang terkumpul sudah 100 persen,” kata Soerjanto.
Soerjanto menjelaskan, sejumlah data faktual penting telah berhasil dikantongi KNKT. Data tersebut meliputi hasil wawancara dengan kru dan penumpang selamat, data cuaca dari BMKG, serta data tentang penataan angkutan kendaraan sebelum insiden terjadi.
“Semua itu sudah kita kantongi,” tambahnya.
Sementara itu, data dari BKI yang masih dinanti berkaitan dengan rancang bangun kapal serta riwayat kapal selama masa operasional. Termasuk di dalamnya catatan doking terakhir kapal pada Oktober 2024, berikut temuan yang tercatat selama proses doking tersebut.
“Kita juga menunggu data catatan apa yang terjadi selama operasional sampai kecelakaan terjadi,” jelasnya.
Setelah keseluruhan data terkumpul, KNKT akan melanjutkan ke tahap analisis dan simulasi di laboratorium. Dalam proses ini, KNKT menggandeng sejumlah akademisi dari perguruan tinggi ternama seperti ITS, ITB, UI, hingga UGM.
“Ketika analisa sudah dilakukan, tahap selanjutnya adalah penyimpulan dan pemberian rekomendasi,” pungkas Soerjanto.
Langkah KNKT ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya sekaligus menjadi dasar rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut di Indonesia. [alr/beq]






