Probolinggo (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Probolinggo, kini resmi memilki gerai produk UMKM binaan DKUPP bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Bahkan untuk mengenalkan produk di gerai ini lebih luas, pemkot mensuport dengan aplikasi E-commers Umik Hebat.
Kedua program peningkatan ekonomi kerakyatan ini dilaunching Sabtu (27/8/2022) pagi, melalui event Kemilau Kriya Kota Probolinggo, di alun-alun kota setempat.
“Galeri dekranasda dan UMIK Hebat, ini saya harap dapat memberikan manfaat serta mendukung pengembangan usaha UKM dan IKM di Kota Probolinggo,” ujar Aminah Hadi Zainal Abidin, Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, sesaat setelah peresmian.
Untuk diketahui, lokasi gerai berada di sisi utara, dalam kawasan alun-alun kota setempat. Beragam hasil kerajinan UMKM dan IKM didisplay di bangunan seluas sekitar 250 meter persegi itu.
“Selain menampung produk yang dikelola secara profesional, galeri ini juga menjadi wadah promosi bagi UMKM untuk memasarkan produk kerajinan dan makanan minuman khas Kota Probolinggo,” sambung istri Wali Kota Probolinggo itu.
Selain peresmian gerai Dekranasda dan E-Commers Umik Hebat, Kemilau Kriya Kota Probolinggo juga diisi serangkaian kegiatan lomba. Diantaranya lomba memasak menu pendalungan, lomba melukis 77 pasang sepatu, dan lomba mewarnai gambar.
Ada pula kegiatan membatik di kain sepanjang 30 meter, serta pameran UMKM Kota Probolinggo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-probolinggo”]
Aminah mengatakan, Kemilau Kriya ini merupakan upaya untuk menggali, melestarikan, membina, mendorong pertumbuhan dan perkembangan, serta mempromosikan produk unggulan Kota Probolinggo, utamanya di sektor kerajinan.
“Produk kearifan lokal ini diharapkan dapat lebih mempunyai daya saing di pasar global, dengan menciptakan produk yang memiliki ciri khas, dan dikelola dengan sumber daya manusia yang baik, dengan menfaatkan era digital dan juga menggunakan pola pemasaran yang baik,” tutup Aminah.
Terpisah, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, menyatakan, konsep kedua program ini sebagai jawaban konkrit kegelisahan UMKM dan IKM dalam memasarkan produk.
“Tujuan program ini untuk menciptakan pasar dari produk UMKM dan IKM yang kita bina. Pemkot sejauh ini tidak hanya melakukan pembinaan dan pelatihan saja. Tapi juga memikirkan bagaimana produk ini laku dipasaran,” kata Wali Kota Habib Hadi.
Terkait event Kemilau Kriya Kota Probolinggo, wali kota menjadikannya sebagai tanda kebangkitan ekonomi masyarakat Kota Probolinggo. “Ajang ini untuk menggairahkan kembali pelaku usaha untuk bangkit setelah dua tahun dihantam badai Covid-19,” tutup Habib Hadi.

Sementara itu, Kepala DKUPP Fitriawati, mengatakan, Perangkat Daerah semaksimal mungkin berupaya memfasilitasi masyarakat terutama membangkitkan ekonomi UMKM.
“Jadi kita mengajak mereka untuk gelar produk. Ini salah satu upaya, selain promosi produk juga bisa membantu untuk penjualan produknya. Dengan keberadaan galeri juga menjadi solusi atas kebingungan masyarakat dalam mencari oleh-oleh, maka bisa ke galeri ini,” terangnya.
Kedepan, lanjut Fitriawati, pihaknya akan menggandeng Dispopar agar wisatawan yang berkunjung ke Kota Probolinggo bisa diarahkan ke pusat oleh-oleh dan galeri dekranasda. Tidak hanya itu saja, Fitri juga mengungkapkan aplikasi Umik Hebat akan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan produk UMKM secara online.
“Jadi masyarakat kalau mau beli tidak harus kesini tetapi bisa membeli lewat aplikasi. Sekitar 40 UMKM yang sudah terdaftar di aplikasi ini, jadi masyarakat hanya tinggal melihat dan order saja,” tutup dia.(ADV/eko)






