Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan ini, nama musisi solo Pamungkas menjadi trending di media sosial. Tepatnya setelah sebuah video viral, ketika ia sedang manggung dalam sebuah acara dan ia menggesekkan ponsel penggemar ke area pribadinya. Dianggap tak senonoh, netizen pun beramai – ramai menghujat pria 29 tahun tersebut.
Berhari – hari tanpa komentar, Pamungkas akhirnya angkat bicara melalui video di rangkaian Instagram Storynya, yakni pada Senin (10/10).
“Halo selamat malam, apa kabar? Saya Pamungkas. Semoga baik, ini dia yang kalian tunggu – tunggu, saya akan membuat pernyataan tentang apa yang terjadi saat ini,” ujarnya membuka awal video.
Sebelum melanjutkan ke topik pembahasan, Pamungkas menjelaskan alasannya diam selama beberapa hari video tersebut viral. Hal ini lantaran ia sedang mengumpulkan berbagai pertanyaan yang muncul di media sosial.
Setelah banyak pertimbangan, barulah ia memutuskan untuk membuat klarifikasi dari situasi yang terjadi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”artis”]
“Pertama, ini kenapa sih seperti itu? Ini lagi manggung, lalu ada sebuah video yang di screen record, dipotong, lalu digoreng. Pada saat itu terjadi, itu murni adalah fanservice antara saya dan penggemar, bagian dari aksi panggung,” lanjut pelantun Flying Solo tersebut.
Pamungkas juga menuturkan bahwa yang ia lakukan sama halnya ketika penggemar meminta foto usai manggung, atau bahkan meminta video ucapan selamat ulang tahun darinya. Ia menekankan bahwa hal itu lah yang disebut fanservice, bentuk komunikasi antara dirinya dan penggemar. Hal itu pun terjadi dalam situasi yang bahagia satu sama lain.
Selain itu, Pamungkas juga menjawab opini netizen yang mengatakan hal tersebut tidak beretika. Ia lantas mempertanyakan bagaimana aksi penampil lain di atas panggung yang lebih vulgar dari aksinya namun tidak sampai menuai hujatan. Ia tidak melakukan pelecehan terhadap siapapun dan itu hanya sebuah handphone.
“Ketiga, mabuk? Silahkan di cek ke event organizer yang pernah adain konser Pamungkas. Pastikan apa pernah di rider minta botol, dan apakah Pamungkas di backstage pernah mabuk,” ujarnya.
Dengan tegas Pamungkas mengatakan ia tidak pernah meminum alkohol ketika sedang bekerja. Sekalipun ia pernah melakukan hal tersebut, yakni ketika ia sedang kedinginan sehingga kemampuan bernyanyinya tidak optimal.
“Ini yang paling parah, narkoba katanya. Dari lahir sampai hari ini gue nggak pernah sentuh narkoba. Gue nggak bisa buktiin, tapi boleh dicek di feed Instagram Pamungkas, beberapa bulan ke belakang kerjaan gue beli gitar, upgrade studio, update fashion yang mana butuh anggaran. Jadi kalau logika, nggak ada anggaran buat narkoba,” ungkap Pamungkas.
Musisi yang lahir di Jakarta tersebut mengharapkan agar netizen mengembalikan hal – hal pada konteksnya, tidak perlu melebar agar tidak kelewatan. Terlebih, salah satu alasan ia memutuskan untuk membuat klarifikasi lantaran sang manajer yang masuk ke rumah sakit karena penyakit jantung, sesak nafas, dan kepala belakang yang pusing.
Setelah ditelaah lebih lanjut, kasus video Pamungkas di atas panggung menjadi penyebabnya, sehingga sang manajer pun terbebani dengan berbagai pemikiran dan berakhir stress berat.
“Gue punya garis dalam hidup yang namanya prinsip, kalau kalian mau hina – hina gue di luar gue pasti akan diem. Tapi ketika itu sudah merugikan orang – orang gue, maka kalian harus berurusan sama gue, gue yang maju,” tukasnya.
Sekali lagi ia tidak membela dirinya sendiri ataupun membatasi opini orang lain, ia hanya berusaha meluruskan kebenarannya. Tidak lupa, Pamungkas juga mengucapkan terima kasih kepada orang – orang yang masih mendukungnya bahkan mengirimkan pesan untuk sekedar menanyakan keadaannya.
“Gue santai banget, ini konsekuensi dari pekerjaan. Orang punya ekspektasi dan ketika mereka tahu gue hanyalah manusia biasa, ekspektasinya turun,” tutur Pamungkas.
Di lain sisi, ia meminta pada orang – orang yang masih mendukungnya untuk memperhatikan kondisi pemilik akun TikTok yang mengupload video tersebut untuk pertama kali. Yakni dengan mengirim pesan – pesan positif dan memastikan agar pemilik akun tersebut tidak takut untuk kembali berekspresi. Hal seperti ini pun normal terjadi di kehidupan.
Terakhir, ia memberikan pernyataan jika ia tidak akan merubah dirinya sama sekali. Ia tidak memaksa orang lain harus menyukai kepribadiannya maupun musiknya, asalkan tidak melewati batas.
“Gue tidak akan berubah untuk siapapun, ini lah gue. Kalau kalian nggak suka, berarti kita salah paham aja. Tapi gue tetap akan melanjutkan hal yang gue suka, yaitu bermusik,” terang Pamungkas.
Sebagai penutup, Pamungkas meminta maaf jika ada salah kata atau emosi yang tampak dalam video klarifikasi tersebut. (mnd/nap)






