Jember (beritajatim.com) – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember Membangun Desa (UMD) dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) menghasilkan sejumlah inovasi yang membantu masyarakat lokal.
Kelompok KKN 3T Mandalika memberikan solusi untuk permasalahan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Paokmotong, Masbagik, Lombok Timur.
“Kami bantu inisiatif pembuatan google maps, banner di rumah produksi mereka. Jadi, apabila ada yang cari tinggal cari aja di google,” kata Abel, Koordinator Desa KKN 3T Paokmotong, sebagaimana dilansir Humas Unej, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (28/2/2025).
Abel dan kawan-kawan membantu pengemasan produk dan mengajarkan tentang pentingnya digitalisasi. Selama ini pelaku UMKM di desa itu cukup mengemas makanan dalam plastik dan distaples.
“Kami berinisiatif untuk membuat packaging. Lita memberikan sosialisasi tentang pentingnya digitalisasi, rebranding, dan packagingnya harus dibagusin,” kata Abel.
Ada pula KKN UMD yang berinovasi untuk menambah nilai jual wortel yang diolah menjadi es. Mereka juga memberikan solusi untuk permasalahan bidang peternakan, seperti mengatasi virus yang menyerang sapi ternak.
Semua inovasi KKN UMD ditampilkan dalam acara Expo dan Panggung Inovasi, di Gedung Soetardjo Unej, Kabupaten Jember, Kamis (27/02/2025). Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember Yuli Witono mengatakan, acara itu bentuk pertanggungjawaban kegiatan KKN yang memang sudah menjadi tradisi.
Rektor Unej Iwan Taruna berharap expo dan panggung inovasi ini dapat mendorong semakin banyaknya kolaborasi untuk menciptakan solusi tepat guna yang berkelanjuran bagi permasalahan di desa. [wir]






