Banyuwangi (beritajatim.com) – Nur Alfi Hidayati salah seorang CHIPS atau alias Calon Harapan Insan Penghuni Surga di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Dia adalah sosok tenaga kesehatan atau nakes di Puskesmas Sempu.
Setiap kali dalam tugasnya, CHIPS Nur Alfi Hidayati harus keliling dari kampung ke kampung di pelosok Desa Jambewangi. Jalan terjal berbatu, gang sempit harus dia lalui dengan menggunakan motornya.
Tugas yang dirasa cukup sulit namun bermakna besar bagi mereka yang membutuhkan. Kedatangannya di pelosok desa menjadi harapan bagi kesehatan warga di daerah itu.
Sebagai seorang CHIPS, Nur Alfi Hidayati harus melaksanakan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia memeriksa pasien, memberikan obat gratis, dan pemantauan rutin.
“Kalau dibilang capek, ya capek. Tapi ini kan bagian dari tanggung jawab kami, kalau bisa nolong orang itu senang,” ungkap Nur Alfi Hidayati.
Kadang berbagai tantangan harus dihadapi dirinya sebagai seorang CHIPS. Apalagi melihat geografis Desa Jambewangi yang sangat luas.
Bahkan, tak jarang Nur Alfi Hidayati harus keluar masuk hutan demi menemui para pasien. Maklum, sejumlah dusun di Desa Jambewangi memang berada di dalam hutan lereng Gunung Raung.
Jalan terjal berbatu dilibas. CHIPS ini harus melalui dalam berbagai kondisi.
“Tantangan tersendiri saat hujan deras. Harus hati-hati karena jalanan licin. Apalagi, kalau jalannya menanjak. Kita harus turun jalan kaki,” ungkapnya.
Melihat kisah perjuangan Nur Alfi Hidayati bersama CHIPS lainnya membuat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani merasa peduli. Dirinya tertantang untuk merasakan langsung menjadi bagian pelayan masyarakat secara langsung.
“Saya ingin merasakan langsung bagaimana perjuangan para tenaga kesehatan yang harus menempuh medan yang tak mudah untuk memberikan layanan kepada warga di pelosok desa,” ungkapnya saat Bunga Desa di Desa Jambewangi beberapa waktu lalu.
Bupati Ipuk Fiestiandani secara khusus memberikan apresiasi terhadap perjuangan Alfi dan Tim CHIPS lainnya. Menurutnya, dedikasi mereka tidak semata tuntutan pekerjaan. Tapi, juga didorong oleh rasa kemanusiaan yang tinggi.
“Trenyuh saya mendengar cerita perjuangan mereka. Semoga tercatat sebagai amal ibadah di sisi Tuhan,” ungkap Ipuk.
Bahkan Bupati Ipuk Fiestiandani berjanji, akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur di daerah pinggiran untuk mempermudah akses layanan dasar masyarakat.
“Kami mengupayakan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah pinggir ini, selagi secara regulasi memungkinkan,” pungkasnya. (rin)






