Gresik (beritajatim.com) – Raut wajah Kisnadi (58) warga Kelurahan Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Gresik, seperti orang bingung. Kebakaran melalap rumahnya hingga habis membuat dirinya hanya bisa mengelus dada.
Kejadian yang menghanguskan tempat tinggal Kisnadi diduga akibat konsleting listrik. Saat kejadian, Rabu (17/5), kondisi rumahnya sedang kosong. Pasalnya, Kisnadi dan anaknya tidak ada di rumah. Berbagai upaya dilakukan oleh warga untuk memadamkan si jago merah melalap isi rumahnya.
Api yang terus membara dalam hitungan detik menghanguskan rumah satu-satunya milik Kisnadi. Beruntung dalam kejadian kebakaran itu tidak ada korban jiwa.
“Saat kejadian kebakaran saya sedang pergi ke makam Sunan Giri. Sewaktu pulang melihat warga dan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api. Untungnya, api segera padam dan tidak ada tetangga yang terkena dampaknya,” ujar Kisnadi, Jumat (19/05/2023).
Adanya kebakaran ini terdengar oleh Wabup Gresik Aminatun Habibah. Bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) mengunjungi rumah korban.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/701-bacaleg-gresik-siap-bertarung-berebut-50-kursi-di-dewan/
Di lokasi kejadian, wakil bupati perempuan pertama di Gresik itu mengingatkan agar Kisnadi tidak patah semangat dan berlarut dalam kesedihan.
“Kami sudah melihat langsung, dan memberikan sedikit bantuan untuk bisa segera diganti dengan rumah yang baru,” ujar Aminatun Habibah.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan bahan bangunan. Di antaranya kayu balok 16 buah, kalsiboard, dan beberapa alat pertukangan lainnya. Secepatnya akan diberikan pula bantuan melalui bansos.
“Sementara ini nanti akan kita bangun dengan gotong royong bersama warga Kelurahan Gulomantung. Semoga bisa secepatnya terbangun sehingga Bapak Kisnadi serta keluarga dapat menempati rumah yang baru,” tandasnya. [dny/but]






