Surabaya (beritajatim.com) – Perjalanan Harjo Seputro, S.T., M.T., yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, adalah kisah nyata tentang kerja keras dan dedikasi.
Lahir di Blitar pada 3 Mei 1967, Harjo tumbuh dari keluarga sederhana, di mana ibunya adalah penjual ikan asin dan ayahnya seorang veteran Angkatan Darat. Nilai-nilai disiplin dan ketekunan yang diajarkan orang tuanya menjadi bekal penting dalam meraih mimpinya.
Harjo muda tak hanya mengandalkan semangat, namun juga kecerdasan. Ia berhasil meraih beasiswa dari SD hingga SMK. Pada 1988, ia melanjutkan pendidikan di Untag Surabaya, mengambil jurusan Teknik Mesin.
“Semasa kecil saya hidup sederhana. Tapi, orang tua saya lah yang terus memberikan dukungan, dan tidak pernah berhenti menekankan disiplin serta pentingnya pendidikan,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Di masa kuliah, ia terpaksa bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu pengalamannya adalah mengelola Koperasi Mahasiswa Untag yang kala itu menjadi rujukan bagi kampus lain di Surabaya.
Selepas kuliah, Harjo sempat meniti karier di industri, bergabung dengan PT Karpindo Bahagia sebagai perencana dan drafter mesin pabrik gula. Pengalaman ini memberinya pemahaman praktis di bidang permesinan.
“Saya bertugas mendesain dan menggambar komponen mesin yang dipakai proses produksi gula. Pekerjaan ini melibatkan analisis kebutuhan mesin, penyusunan desain mekanis, serta memastikan rancangan sesuai spesifikasi teknis dan standar kualitas,” ungkapnya.
Namun, karena alasan kesehatan, ia memutuskan kembali ke dunia akademis dan mengajar di almamaternya.
Kariernya di Untag pun terus menanjak. Ia menyelesaikan studi S2 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) jurusan Metalurgi dan Material.
Setelah itu, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Laboratorium, Ketua Program Studi Teknik Mesin, hingga Kepala Pusat Penelitian di LPPM Untag Surabaya. Puncaknya, pada 2021 ia diangkat menjadi Wakil Rektor I.
“Karier yang saya jalani benar-benar dimulai dari bawah, tanpa ada yang instan, tapi melalui proses panjang,” tuturnya.
Harjo juga dikenal sebagai akademisi yang inovatif. Ia berhasil mengembangkan penelitian tentang metal matrix composite (MMC) dengan memanfaatkan abu dasar batu bara sebagai bahan penguat.
Hasil risetnya menghasilkan inovasi seperti piringan cakram dan baut. Prestasi terbesarnya adalah berhasil memperoleh paten, menjadikannya paten pertama yang dimiliki Untag Surabaya.
Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan doktoral di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Meski harus menunda kelulusan karena tugasnya sebagai Wakil Rektor, Harjo tetap optimistis. Baginya, tugasnya saat ini memiliki dampak yang lebih besar bagi banyak orang.
Di luar kampus, Harjo aktif dalam kegiatan sosial, khususnya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bidang logam dan pengecoran.
Sebagai Wakil Rektor I, ia memiliki visi untuk menjadikan Untag Surabaya semakin berdaya saing di bidang akademik dan penelitian, serta mendukung mahasiswa untuk berprestasi.
Ia menekankan bahwa tidak ada jalan pintas menuju sukses, semua berawal dari perencanaan matang, disiplin, dan ketekunan. [ipl/but]






