Bupati Hendy Siswanto tersenyum lebar saat mendengar teriakan ‘Vierra’ di antara sekitar seribu orang penonton yang memadati depan panggung di alun-alun Kabupayen Jember, Jawa Timur, Minggu (20/8/2023) malam.
“Saya panggilkan langsung Vierratale saja ya?” katanya, mengawali sambutannya dalam acara pekan QRIS yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, itu. Tentu saja tawarannya ini disambut dengan teriakan gembira penonton.
Tentu saja Hendy hanya bercanda. Ia masih harus berpidato dan melakukan serangkaian acara seremoni, sebelum turun dari panggung dan membiarkan pemandu acara memanggil Vierratale. Ini band pop rock asal Jakarta yang berdiri pada 2008 dan diperkuat trio Kevin Aprilio (piano/kibor), Widy Soediro Nichlany (vokal), dan Raka Cyril Damar (gitar).
Semula nama band ini hanya Vierra. Namun begitu aksi panggung mereka dibuka dengan narasi visual kartun layaknya kartun Jepang, tahulah kenapa mereka membubuhkan ‘Tale’ (Kisah) pada nama mereka.
Dan konser pun diawali dengan ucapan: ‘Welcome to Vierra World’.
Widy langsung membuat penonton berjingkrak dengan lagu ‘Seandainya’. Lagu ini mudah diingat bukan saja karena nada dan liriknya, namun juga permainan piano Kevin yang solid. Tak butuh diminta dua kali, penonton menyanyikan lagu ini sejak awal hingga akhir.
Seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
Meninggalkan ku sendiri bersama bayanganku
Seandainya kau tahu aku kan selalu cinta
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
Lima belas tahun berlalu, Vierratale tak hanya menarik penonton dari generasi 1990-an, tapi juga generasi kelahiran 2000 yang masih kecil saat band ini berdiri dan Widy baru lulus SMA. Musik memang pada dasarnya menyatukan. Dan anak-anak Vierratale menikmati penampilan malam itu.
Widy melakukan apapun di atas panggung. Menyanyi. Melompat. Berjingkrak-jingkrak. Dan meraung dengan teknik growl dan scream ala penyanyi death metal. Ia juga mengecup pipi Raka yang berulang tahun ke-34 pada 16 Agustus kemarin.
Widy bahkan lebih sering membiarkan penonton bernyanyi sendiri di setiap lagu. Setelah melantunkan lagu ‘Perih’ dan ‘Dengarkan Curhatku’, ia benar-benar curhat soal hubungan cintanya yang terbelah perbedaan agama sebelas tahun silam. “Aku mencari yang seiman,” katanya.
Widy juga meminta anak-anak muda untuk mengakhir hubungan cinta toksik. “Badanku makin kurus karena toxic relationship,” katanya disambut jeritan penonton.
Malam itu Vierra membawakan 14 lagu, tiga lagu di antaranya medley. Saat peluh penonton sudah bercucuran, Widy mengakhiri pertunjukan malam itu dengan lagu ‘Jadi yang Kunginkan’. Dengan tempo yang dipercepat, lagu itu menjadi penutup sempurna bagi Vierratale.
Aku sendiri di sini menunggu
Aku sendiri di sini menanti
Aku tak terbiasa untuk berharap
Berlari untuk mengejar dirimu
Dalam menggapai semua impiku
Semoga kau kan tetap jadi apa yang ku inginkan
Selamat malam, Jember. [wir]






