Blitar (beritajatim.com) – Destinasi wisata edukasi Kampung Coklat kembali menggelar Kirab Ketupat Cokelat sebagai agenda rutin tahunan yang selalu dinanti masyarakat saat momen Lebaran. Tradisi ini tak sekadar menjadi atraksi wisata, tetapi juga sarat pesan pelestarian budaya dan nilai spiritual.
Perayaan tahun ini terasa lebih istimewa karena menghadirkan inovasi baru dengan mengkolaborasikan kirab ketupat bersama agenda pengajian rutin Sabtu pagi. Langkah ini diambil untuk memperkuat nuansa religius dalam perayaan Idul Fitri di kawasan wisata tersebut.
Perwakilan Divisi Penjamin Mutu Kampung Coklat, Redhitya Wempi Ansori, menjelaskan bahwa kirab ketupat cokelat memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan identitas tempat tersebut.
“Agenda rutin Kampung Coklat di setiap Lebaran adalah kirab ketupat cokelat ini. Ini adalah manifestasi dari spiritual karena Kampung Coklat kental dengan tradisi religius. Ini sebagian dari upaya nguri-nguri budaya leluhur, ini yang menjadi poin dari kegiatan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi terus dilakukan setiap tahun agar tradisi tetap relevan dan diminati generasi muda.
“Setiap tahun dilakukan dengan berbagai inovasi, tahun ini dikolaborasi dengan pengajian Sabtu pagi supaya nuansa religiusnya cukup kental,” tegasnya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung, panitia menyiapkan ribuan ketupat berbahan dasar cokelat yang dibagikan secara gratis kepada jemaah dan wisatawan.
Jumlah tersebut telah disesuaikan dengan estimasi kehadiran pengunjung yang pada momen Lebaran bisa mencapai 4.000 hingga 5.000 orang.
Perpaduan antara tradisi budaya, wisata edukasi, dan kegiatan keagamaan ini menjadikan Kampung Coklat tetap eksis sebagai ruang publik yang mampu menghadirkan harmoni antara kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat. [owi/beq]






