Lamongan (beritajatim.com) – Kiper legendaris Kurnia Sandy resmi bergabung dengan Persela Lamongan. Dia melengkapi komposisi pelatih Laskar Joko Tingkir.
“Motivasi saya gabung dengan Persela, kita tahu Persela tim yang besar. Posisi Persela saat ini berada di Liga 2, harapan saya, target saya bisa membawa Persela kembali lagi ke Liga 1 dan bisa mengangkat nama Lamongan lebih tinggi lagi di persepakbolaan Indonesia,” kata Sandy, dalam sesi wawancara di akun media sosial resmi Persela.
Pelatih kelahiran Semarang yang kini berusia 48 tahun tersebut dipercaya mengisi posisi pelatih kiper Persela. Posisi tersebut sebelumnya diisi oleh Erick Ibrahim.
Tak sebatas mengembalikan Persela ke habitat aslinya, Sandy juga berkeinginan turut mengembangkan pembinaan usia muda di Lamongan.
“Saya ingin membangkitkan gairah anak-anak muda di Lamongan untuk lebih mencintai sepakbola, khususnya mencintai Persela. Saya juga ingin memberikan edukasi kepada para pelatih, khususnya pelatih penjaga gawang di Lamongan. Memberikan pembekalan bagaimana melatih kiper, mulai dari level anak-anak sampai ke level senior,” ucap Kurnia Sandy.
Kurnia Sandy bukanlah sosok sembarangan. Semasa masih aktif menjadi pemain, dia sempat menimba ilmu di Italia lewat program Primavera yang diinisiasi PSSI.
Saat itu, Kurnia Sandy menjadi salah satu pemain Indonesia yang cukup menjanjikan. Bahkan dia sempat mendapatkan kesempatan bermain untuk klub Serie A Italia, Sampdoria, pada musim 1996/1997. Walaupun belum mencicipi debut di Serie A.
Sementara saat berkarir di kompetisi sepakbola Tanah Air, Sandy telah malang melintang di berbagai klub besar. Di antaranya PSM Makassar, Arema Malang, dan Persebaya Surabaya.
Setelah gantung sepatu, Sandy melanjutkan karir sebagai pelatih. Lisensi pelatih kiper level 3 AFC telah digenggam.
Tak hanya itu, Sandy juga memegang lisensi pelatih A AFC. Sebagai pelatih kiper, Sandy sebelumnya dipercaya menangani Timnas Indonesia U-17.
Kini dengan menjadi bagian dari Persela, Sandi bertekad untuk mengembalikan marwah Laskar Joko Tingkir, dengan mengantarkan tim kebanggaan masyarakat Lamongan kembali merumput di Liga 1. [fak/beq]






