Blitar (beritajatim.com) – Kios pedagang yang berada di Stadion Soepriadi Kota Blitar banyak yang kosong. Terpantau ada lebih dari dari 5 kios yang kini kondisinya kosong tidak ditempati pedagang.
Para pedagang justru banyak yang berjualan di depan kios Stadion. Kondisi ini pun menciptakan suasana yang cukup semrawut dan terkesan kumuh karena kios kosong dan di depannya banyak pedagang kaki lima.
Kondisi ini cukup ironis karena kios pedagang Stadion ini sejatinya berada di kawasan wisata religi Masjid Ar-Rahman yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Seharusnya dengan tingkat kunjungan yang tinggi para pedagang akan berlomba-lomba untuk menyewa kios tersebut untuk berdagang, namun ini justru sebaliknya.
Melihat kondisi itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin pun akan meninjau langsung kondisi kios. Rencananya pria yang akrab disapa Mas Ibin itu akan mencari tahu penyebab ruko Stadion itu kosong hingga saat ini.
“Ini PR (pekerjaan rumah) banyak ya, ada pasar ada kios sepi ini kita tidak tahu apa penyebabnya apakah mereka tidak ingin buka atau sewanya terlalu mahal ini kan perlu kecermatan,” ucap Mas Ibin, Kamis (15/5/2025).
Mas Ibin pun mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Blitar. Dirinya pun kini tengah berupaya untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi di Kota Blitar.
Upaya itu salah satunya dengan menggelar berbagai event baik di pasar maupun di sekitar lokasi kios yang kosong. Harapannya tentu agar kios dan pasar yang sebelumnya kosong atau sepi kini bisa ramai kembali.
“Nanti kita cek lah yang jelas ini kita selesaikan satu-satu,” tegasnya.
Diketahui harga sewa ruko stadion Soepriadi Kota Blitar adalah sebesar Rp138 ribu per bulan. Harga meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp117 ribu per bulan.
Ukuran ruko stadion sendiri terbilang cukup kecil yakni hanya 3 x 3 meter. Dengan kondisi tersebut tentu ruko stadion tidak bisa digunakan untuk berjualan dengan jumlah barang yang banyak. [owi/beq]






