Surabaya (beritajatim.com) – PT Siloam International Hospitals Tbk membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang tahun buku 2025 dengan total pendapatan mencapai Rp12,8 triliun atau naik 5,2 persen secara tahunan. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp2,8 triliun dan laba bersih Rp1,1 triliun.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 di Tangerang. Seluruh agenda rapat mendapat persetujuan pemegang saham, termasuk strategi pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.
Presiden Direktur David Utama mengatakan pertumbuhan kinerja perusahaan didukung implementasi strategi Next Gen Siloam (NGS). Strategi itu dijalankan melalui pendekatan pengembangan layanan kesehatan berbasis kemampuan klinis dan efisiensi operasional.
“Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype, yang memungkinkan penyelarasan lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh jaringan kami,” ujar David dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).
Siloam juga memperluas layanan kesehatan melalui pengoperasian Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Perusahaan turut melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar serta menghadirkan teknologi CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk layanan terapi kanker presisi.
“Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
RUPST juga memutuskan laba bersih tahun buku 2025 tidak dibagikan sebagai dividen. Seluruh laba ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung investasi dan pengembangan bisnis perusahaan.[asg/aje]






