Surabaya (beritajatim.com) – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur mencetak prestasi fenomenal dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Belum juga memasuki puncak panen raya, serapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani di Jawa Timur telah menembus angka fantastis, yakni setara 200.000 ton beras per 28 Februari 2026.
Capaian ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog Jatim untuk periode awal tahun. Jika dibandingkan dengan tahun 2025 pada tanggal yang sama yang hanya mencapai 52.409 ton, performa tahun 2026 melonjak tajam hingga empat kali lipat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kesiapan infrastruktur dan koordinasi yang solid di lapangan.
“Kami mengerahkan Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog, menyiapkan anggaran yang cukup, hingga memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, dan para penyuluh pertanian. Kami pantau setiap titik panen secara intensif,” ujar Langgeng, Sabtu (28/2/2026).
Bulog Jatim berkomitmen menyerap GKP sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp6.500/kg. Langkah ini terbukti efektif menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satu petani di Jombang, Sandya Evi Yulianto, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Bulog. “Hasil panen saya sekitar 6-7 ton per hektar diserap langsung oleh Bulog dengan harga Rp6.500/kg. Kami sangat berterima kasih karena harga ini sangat layak bagi petani,” katanya saat ditemui di sawahnya.
Sebagai barometer pangan nasional, Bulog Jatim tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah mengirimkan 70.000 ton beras ke 9 provinsi lain di Indonesia.
Tak hanya beras, stok komoditas lain seperti minyak goreng juga melimpah. Hingga akhir Februari, Bulog Jatim telah menyalurkan 6,2 juta liter Minyakita ke ribuan pedagang pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK). Menjelang Lebaran, stok tambahan sebanyak 2,7 juta liter telah disiapkan untuk menjamin ketersediaan di masyarakat dengan harga sesuai HET Rp15.700/liter.
Guna meredam gejolak harga menjelang Ramadhan, penyaluran Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digencarkan. Sebanyak 139 ribu ton beras SPHP telah didistribusikan melalui pasar tradisional, ritel modern, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Kami sudah mendapat perintah untuk melanjutkan program SPHP di bulan Maret. Artinya, pasokan selama Ramadhan dan jelang Lebaran dipastikan aman dan tersedia di seluruh saluran pasar,” tegas Langgeng optimis.
Dengan target serapan 883 ribu ton dalam setahun, Bulog Jatim yakin puncak panen pada Maret hingga Mei mendatang akan semakin memperkokoh pilar pangan Indonesia.[rea]






