Surabaya (beritajatim.com) – Belajar bahasa Arab merupakan hal yang penting untuk mempermudah memperlajari Alquran. Nabi Muhammad SAW dalam hal ini menganjurkan umatnya untuk belajar mengenai bahasa Arab. Selain itu, dalam memperlajari akidah, fikih dan hukum Islam juga dibutuhkan kemampuan bahasa Arab yang baik.
Hal tersebut diungkapkan oleh Gus Ali Baidlowi, Koordinator Wilayah (Korwil) Kiyai Muda Jawa Timur Dukung Ganjar dalam kegiatan ‘Pengenalan Sistem Pendidikan Pengembangan Bahasa Arab’ di Desa Pemuda Lowayu, Kecamatan Dukung, Kabupaten Gresik.
“Ketika belajar mengenai tahfiz Alquran, kita harus mengetahui makna yang terkandung dalam Alquran tersebut. Jadi, sistem pengenalan bahasa Arab itu sangat penting sekali,” ujarnya.
Menurut dia, bahasa adalah kunci utama dalam melakukan komunikasi antar masyarakat. Masyarakat di dunia bahkan menggunakan ribuan bahasa yang berbeda sebagai sarana berkomunikasi. Bahasa Arab sendiri merupakan salah satu bahasa populer yang digunakan masyarakat di berbagai negara di dunia.
Bahasa Arab selama ini identik dengan kitab suci Alquran. Namun, tidak semua masyarakat yang memeluk agama Islam memahami bahasa Arab, padahal bahasa Arab sangat berguna bagi masyarakat, yang salah satunya untuk memahami makna dari Alquran atau bahkan memperlajari berbagai literasi ilmiah yang dibuat ilmuan muslim pada zamannya.
Melalui kegiatan ini, Ali berharap santri dan warga Gresik memiliki kemampuan dalam menguasai bahasa Arab untuk membangun peradaban muslim yang lebih baik lagi ke depannya.
“Kiai Muda Jawa Timur dukung Ganjar saat ini tengah menggencarkan pengenalan dasar tentang bahasa Arab. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap santri dan masyarakat memiliki ketertarikan lanjutan dalam memperlajari bahasa Arab yang penuh manfaat,” lanjut Ali.
Ali mengungkapkan bahwa santri dan masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut. Kedepannya Ali berencana untuk melakukan kegiatan rutin, yakni camp berbasis bahasa Arab untuk seluruh santri dan warga khususnya yang berprofesi sebagai tenaga pendidik.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ganjar-pranowo”]
“Memang ada usul dari warga tidak hanya melakukan kegiatan pengenalan saja, melainkan melakukan kegiatan lanjutan seperti camp arabic, karena kan manfaatnya banyak, tidak hanya untuk memahami makna dari Alquran saja, tapi bisa sebagai alat berdiplomasi saat menjajaki negara lain yang bahasanya menggunakan bahasa Arab,” lanjutnya.
Selain melakukan pengenalan sistem pendidikan pengembangan bahasa Arab, ke depan Ali melalui Kiai Muda Jawa Timur dukung Ganjar terus berupaya untuk melakukan inovasi dalam memberdayakan santri maupun memberikan manfaat bagi para warga sekitar.
“Insya Allah tahun depan akan lebih bervariasi, kita akan berkolaborasi dengan komunitas seni, seperti santri angklung Jawa Timur, kemudian kegiatan yang bersifat kemandirian ekonomi, digitalisasi atau bahkan melakukan program yang merangkul masyarakat termarginalkan untuk membuat hidupnya lebih baik,” kata Ali.
Selain belajar bahasa Arab, turut serta kegiatan tilawah dan sambung ayat dari para santri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan santri dan warga yang antusias mengikuti kegiatan tersebut sampai akhir dan ditutup dengan selawat, doa untuk Indonesia yang damai dan sejahtera. [tok/beq]






