Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengumumkan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi akan ditutup pada 28 hingga 30 Maret 2025. Meski tanggal tersebut masuk musim mudik Lebaran 2025, penutupan dilakukan karena memperingati Hari Raya Nyepi.
“Tanggal 28 Maret 2025 jam 17.00 sampai dengan tanggal 30 Maret 2025 jam 06.00 Pelabuhan Ketapang ditutup, sehingga masyarakat yang akan menyeberang dari dan ke Gilimanuk mungkin bisa menghindari Waktu itu,” kata Khofifah saar Rakor Pengamanan Mudik 2025 Bersama Forkopimda.
Khofifah meminta masyarakat untuk memperhatikan rute mudik yang akan dilalui demi alasan keamanan. Selain itu, dia juga meminta masyarakat mewaspadai kondisi cuaca saat mudik nanti.
BMKG memprediksi cuaca saat libur Lebaran nanti, Jatim masuk pancaroba. Sementara di pertengahan Maret, hujan kategori tinggi diprediksi mengguyur sejumlah daerah seperti Pacitan, Ngawi, Mojokerto, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, BLitar, Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.
Selain itu, dia mengingatkan agar aspek kehati-hatian di daerah wisata ditingkatkan. Hal ini mengingat masih adanya cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG bakal terjadi.
“Tadi BMKG juga meminta untuk mewaspadai tanah longsor, mengingat banyaknya endapan akibat curah hujan di daerah lereng. Selain itu, bencana banjir juga masih perlu diwaspadai bersama,” kata dia.
Lebih lanjut, Khofifah juga mengingatkan kesiapan pos pelayanan kesehatan di sejumlah titik rawan kecelakaan. Untuk ini, dia meminta seluruh bupati dan wali kota serta Forkopimda kabupaten dan kota memastikan ada fasilitas kesehatan yang terkoneksi dan siaga 24 jam.
“Fasilitas kesehatan harus dikuatkan. Karena kebanyakan korban kecelakaan meninggal karena terlambatnya pertolongan pertama. Maka Puskesmas harus tetap buka untuk memberikan pertolongan pertama ini,” kata dia. [tok/beq]






