Surabaya (beritajatim.com) – Teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI) kini menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan. Namun, itu tak bisa menggantikan peran guru dalam membentuk karakter dan nilai peserta didik.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan telah menjadi kebutuhan dalam proses pembelajaran.
Meski demikian, ia menekankan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, sementara inti pendidikan tetap berada pada peran pendidik.
Menurut Khofifah, guru memiliki posisi strategis karena berperan langsung dalam menanamkan nilai, etika, dan kepekaan sosial kepada murid. Teknologi, kata dia, tidak memiliki dimensi nilai jika tidak diarahkan oleh manusia.
“AI dan teknologi adalah tools. Guru berada di balik teknologi dengan nilai dan karakter yang kuat, dan itu tidak tergantikan,” ujar Khofifah saat Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) Jatim 2025 di Kota Malang, dikutip Rabu (17/12/2025).
Ia mengingatkan bahwa guru merupakan figur yang digugu dan ditiru oleh peserta didik. Karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus tetap berpijak pada penguatan karakter dan etika.
Khofifah juga menilai digitalisasi pendidikan tidak boleh diposisikan sebagai teknologi bebas nilai. Pendidikan, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian dan karakter murid.
“Pendidikan tidak berada dalam ruang hampa. Digitalisasi harus sejalan dengan penguatan karakter,” katanya.
Dalam konteks kebijakan pendidikan, Khofifah menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran harus dimaknai sebagai upaya memperkuat kualitas belajar.
Sedangkan teknologi diharapkan mampu memperdalam pemahaman, memperkaya interaksi, dan mendorong kreativitas peserta didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menyebut transformasi digital diarahkan untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih relevan dan memperluas akses pendidikan.
Menurut Aries, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menuntut perubahan peran pendidik, dari sekadar pengguna menjadi pengembang dan pencipta solusi pembelajaran berbasis digital.
“Kita tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga inovator dalam teknologi pendidikan,” ujar Aries.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Jatim telah mengimplementasikan platform Jatim Learning Digital Vault sebagai media pembelajaran digital berbasis video dan modul interaktif yang dapat diakses guru dan murid untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. [ipl/beq]






