Surabaya (beritajatim.com) – Bakal calon gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengakui, bahwa masih banyak relawan dan warga Jawa Timur yang menanyakan apakah dirinya maju kembali di Pilgub Jatim 2024.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini menegaskan, dirinya bersama Emil Elestianto Dardak akan maju kembali untuk periode keduanya.
“Jadi memang banyak yang tanya saya secara langsung. Ada juga yang WhatsApp, tanya Bu Khofifah maju lagi atau tidak? Insya Allah saya sampaikan bahwa saya Khofifah tetap bersama Mas Emil akan berikhtiar di Pilgub Jatim 2024 November 2024 ini,” tegas Khofifah usai menerima kunjungan Relawan Front Komunitas Indonesia (FKI)-1 Jatim, Minggu (11/8/2024) malam.
Pertanyaan kepastian maju atau tidaknya Khofifah, lanjut mantan Mensos RI, karena belum masifnya baliho atau billboard yang terpasang di jalan, untuk kepentingan pencalonan.
“Ada relawan yang tanya, mana baliho Khofifah, jadi mereka melihat calon bupati/wali kota sudah ada baliho, billboard, spanduk. Jadi, secara tim saya belum melakukan (memasang), kecuali relawan di daerah yang memasang,” jelasnya.
“Jadi, kalau ada spanduk baliho di daerah, maka itu relawan-relawan di daerah. Saya sampaikan terima kasih bahwa relawan sudah pro aktif menyampaikan pesan bahwa Khofifah-Emil Insya Allah akan kembali mencalonkan sebagai cagub-cawagub Jatim periode 2025-2030,” imbuhnya.
Gubernur Jatim 2019-2024 ini berharap relawan tetap solid dan satu tujuan memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024.
“Kehadiran relawan FKI-1, saya harap jadi penguatan pasukan relawan, juga akan menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang mereka dukung. Karena masih banyak yang bertanya via WA, bahkan langsung dan tanya apakah Bu Khofifah mencalonkan lagi atau tidak atau ke Jakarta jadi menteri. Jadi, ternyata tingkat diseminasi informasinya harus diluaskan,” tuturnya.
“Tadi malam di saya di Jakarta juga membahas kembali, jadi harus memang sudah ada atribut yang segera disosialisasikan masuk daerah-daerah sampai tingkat desa. Dan, tentu saya harap ini akan menjadi bagian penguatan relawan yang sudah jadi bagian kekuatan kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Front Komunitas Indonesia (FKI)-1 Jatim, Lancur Saleh Abidin (Gus Saleh) menegaskan, meski baliho Khofifah masih minim, tapi nama Khofifah sudah melekat di hati masyarakat.
“Tadi beliau menyampaikan bahwa beliau belum pasang gambar, baliho. Tapi pada hakikatnya baliho atau wajah Bu Khofifah itu sudah di hati. Yang paling penting hati rakyat untuk Khofifah,” pungkasnya. [tok/aje]






