Surabaya (beritajatim.com) – Ikan gabus kini menjelma menjadi pangan super lokal primadona berkat kandungan nutrisi unggulnya. Potensi ikan air tawar ini diyakini mampu menyokong kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), Eka Saputra, menyebut ikan gabus mengantongi gizi lengkap. Keunggulannya ada pada kadar albumin tinggi yang jarang ditemukan pada bahan pangan lain.
“Ikan merupakan bahan makanan dengan kandungan gizi tinggi dan lengkap. Pada ikan gabus, terdapat kandungan albumin yang tinggi sehingga menjadi nilai tambah utama,” kata Eka, Rabu (6/5/2026).
Albumin berperan mengangkut hormon, mempercepat penyembuhan luka, dan memperbaiki sel tubuh rusak. Pengolahan gabus menjadi produk turunan sangat diperlukan untuk mendongkrak minat konsumsi harian masyarakat.
“Karena albumin merupakan protein, ia tidak tahan suhu tinggi. Tidak ada pengolahan yang tidak mengubah struktur gizi, tetapi pengolahan tetap penting menjaga mutu,” jelas akademisi FPK Unair tersebut.
Serbuan makanan cepat saji menuntut inovasi produk perikanan yang lebih adaptif. Diversifikasi olahan gabus menjadi jalan keluar menyajikan menu lezat untuk memikat lidah anak-anak agar beralih ke pangan sehat.
“Menu harus disesuaikan dengan minat anak untuk meningkatkan nafsu makan. Olahan seperti dimsum, otak-otak, hingga variasi makanan kreatif lainnya bisa menjadi pilihan,” paparnya.
Komoditas ini menyimpan peluang besar menyukseskan program penyediaan makanan bergizi. Syaratnya, kepastian pasokan bahan baku dan pengawasan standar produksi wajib dikawal ketat agar nutrisi alami ikan tetap terjamin. [ipl/suf]






