Madiun (beritajatim.com) – Kyai Haji Mas Sulthon mengapresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) jelang peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun atau Seabad NU (1344 Hijriyah-1444 Hijriyah)
“Dengan mengusung tema bertajuk Mendihdayakan Nahdlatul Ulama, Menjemput Abad Kedua, Menuju Kebangkitan Baru, yang diputuskan oleh PBNU Pusat itu dilatarbelakangi oleh hadist Rasulullah Nabi Agung Sayyidina Muhammad SAW,” kata Kyai yang akrab disapa Gus Thon, Selasa (31/01/2023).
Dia menjelaskan, dalam hadits tersebut berbunyi Sesungguhnya Allah akan menurunkan setiap permulaan 100 tahun, seseorang pada Umat yang akan (Tajdid) mengembalikan kegemilangan Agama mereka. Hadits itu diriwayatkan Imam Abu Daud, Imam Hakim di dalam Al Mustadrok dan Imam Baihaqi di dalam Al Ma’rifah.
“Berbagai kegiatan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, juga pada Cabang NU di berbagai negara di dunia terus berlangsung dalam rangka memeriahkan Harlah Satu Abad NU,” jelasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Sejati Sunan Kalijogo Desa/Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun itu mengatakan Mujaddid adalah orang yang membawa pembaruan atau seorang pembaru.
“Mujaddid sehubungan dengan hadis Rasulullah Nabi Agung Sayyidina Muhammad SAW adalah muncul setiap permulaan seratus tahun atau satu abad,” ungkap kyai yang dikenal peduli umat dan sering menyantuni ribuan yatim ini.
[berita-terkait number=”3″ tag=”satu-abad-nu”]
Gus Ton menerangkan, Mujaddid bisa merupakan Ulama, Cendikiawan, namun yang jelas mereka berpengaruh besar dalam menegakkan agama Islam di zamannya. Mujaddid memiliki tugas untuk memperbaiki, membangkitkan dan membersihkan Islam untuk kembali ke Al Qur’an dan Al Hadist
“Adanya para Mujaddid, pembaru Islam yang diantaranya terdokumentasi, penting pula untuk NU, lebih-lebih dalam Harlah Satu Abad NU dan setelahnya,” ujarnya.
Gus Thon turut memberikan ucapan Selamat Harlah Satu Abad NU itupun seraya menyebut bahwa paketan (satu paket) para pendiri NU merupakan Mujaddid, pembaru Islam.
“Dengan menjadi pendiri NU sekaligus berjasa besar untuk Kebangkitan Islam, mempersatukan umat Islam dalam jumlah yang luar biasa besar, hingga NU menjadi organisasi Islam terbesar di dunia,” harapnya.
“Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad. Lahumul Fatihah untuk para masyayikh dan para kiai pendiri NU,” pungkasnya. (fiq/ted)






