Malang (beritajatim.com) – PSSI menyesali adanya kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang usai setelah laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya. PSSI juga menyampaikan permohonan maaf pada keluarga korban.
Terlebih usai diketahui ratusan korban jiwa jiwa berjatuhan, PSSI lewat Ketua Umum Mochamad Iriawan mengungkapkan rasa sesal dan permintaan maaf.
“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut,” terang Mochamad Iriawan, sebagaimana dilansir dari dari laman resmi PSSI, Minggu (02/10/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-vs-persebaya”]
Sebagai respons atas peristiwa yang sejauh ini dikonfirmasi memakan 127 korban jiwa, PSSI lantas menempuh tindakan tegas dengan melakukan penghentian m kompetisi Liga 1 musim 2022-2023 selama satu pekan ke depan. Selain itu, PSSI melarang Arema FC menjadi tuan rumah pada sisa kompetisi musim ini.
“Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan,” ujar Mochamad Iriawan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini,” terang pria yang sering disapa Iwan Bule itu. [dan/but]






