Malang (beritajatim.com) – Evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2024, DPR RI segera bentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait pelaksanaan ibadah haji 2024. Hal itu diambil sebagai langkah responsif terhadap berbagai permasalahan yang muncul selama ibadah haji 2024.
Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPR RI, dalam Rapat Evaluasi Tim Pengawas (Timwas) Haji 2024, dilansir dari kanal resmi DPR RI, Selasa (2/7/2024) mengatakan akan menyiapkan angket pertanyaan menyangkut pelaksanaan haji tahun 2024 mulai dari ketidaksinkronnya data haji antara jumlah jemaah yang berangkat dan masuk dalam daftar antrian sistem komputerisasi haji.
Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH.Ahmad Fahrur Rozi menegaskan, tidak perlu ada pansus dan mengada ada .
“Justru saya ingin memberikan apresiasi kepada kementrian agama yang telah berhasil menyelesaikan tugas pelayanan ibadah haji tahun ini dengan sangat baik. Dan petugas melayani sepenuh hati,” tegas Gus Fahrur sapaan akrabnya, Rabu (3/7/202
Gus Fahrur mengaku, pihaknya sudah Saya berhaji beberapa kali. “Saya melihat pelaksanaan haji tahun ini sudah jauh lebih baik dan sangat memuaskan, tidak ada lagi kejadian Muzdalifah seperti tahun lalu. Semua sudah diantisipasi dengan baik, saya melihat pak Menteri Agama RI sebagai Amirul hajj telah bekerja secara maksimal, dibantu tim petugasnya di lapangan yang sangat responsif dan berdedikasi tinggi,” ujar Pengasuh Ponpes An Nur 1 Kabupaten Malang itu.
“Kebetulan Saya bertugas menjadi bagian dari Amirul haj, misi haji pemerintah negara Republik Indonesia, untuk memastikan para jemaah dapat melakukan ibadah haji dengan baik sesuai syariat Islam dan memastikan pelayanan haji secara optimal baik dari teknis penyelenggaraan ibadah haji urusan transportasi, akomodasi, katering, dan hal teknis lainnya sangar baik,” sambung Gus Fahrur.
Gus Fahrur membeberkan, sejak tanggal 8 Juni 2024 lalu, dirinya sudah berada di Makkah dan meninjau langsung pemondokan jamaah haji, tenda wukuf di Arafah, hingga fasilitas di Muzdalifah dan Mina, serta layanan tim kesehatan haji di berbagai sektor.
“Saya menginap satu lokasi dengan menteri agama dan Wamenag, saya melihat sendiri bagaimana sampai larut malam beliau tidak tidur dan terus melakukan kordinasi dengan petugas di lapangan memastikan pelayanan berjalan baik, terutama di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” ucapnya.
Gus Fahrur juga mengapresiasi atas kerja keras mereka. “Semoga menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT, dan dapat terus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang,” pungkasnya. (yog/kun)






