Jember (beritajatim.com) – Hafidi, Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Sosial DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjagokan Edi Budi Susilo menjadi sekretaris daerah. Edi dinilai berpengalaman sebagai pejabat pada masa pemerintahan empat bupati.
Edi saat saat ini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Selain Edi, ada Bambang Rudianto yang saat ini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember dan Hadi Sasmito yang tengah menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Jember yang masuk nominasi tiga besar hasil seleksi tim.
“Andaikata bisa memilih, saya akan memilih Pak Edi Budi Susilo. Saya kira yang mampu menyalaraskan kondisi Jember, terutama ke depan dalam melayani masyarakat pada level birokrasi di eksekutif adalah Pak Edi Budi Susilo,” kata Hafidi, Senin (10/7/2023).
“Dia bukan orang baru di Jember. Kenyang dengan Jember seperti apa. Seumpama dia ditanya birokrasi Jember ini harus ke mana, melayani masyarakat Jember, melayani pemimpin Jember hari ini dan ke depan, saya kira sudah cukup fleksibel,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Hafidi mengingatkan, sekretaris daerah adalah komandan aparatus sipil negara. “Maka sekda harus mampu mengawasi dan meningkat kinerja (aparatus sipil negara), sebagai tangan bupati dalam melaksanakan penyelenggaraan eksekutif dan pengawasan dengan semua beban tugasnya. Ini tantangan berat,” katanya.
“Dengan demikian, sekretaris daerah harus seorang yang sudah paham betul bagaimana (kondisi) Jember, (diibaratkan rumah) dari dapur hingga teras depan. Jember butuh penataan sumber daya manusia yang pas di fungsinya,” kata Hafidi.
“Pekerjaan rumah kita di Jember adalah masih banyaknya tenaga profesional yang belum ada di tempatnya. Hal semacam ini membutuhkan bukan saja orang yang pintar dan berpengalaman, tapi butuh orang yang tahu wajah Jember sejak awal. Bagaimana Jember sejak awal. Sehingga dalam pengambilan keputusan atau pun program dan targetnya akan pas dengan kondisi Jember keseluruhan,” kata Hafidi.
Edi Budi Susilo dinilai memahami betul seluk-beluk birokrasi. “Dia sudah tahu Jember seperti apa. ASN yang nakal sampai berprestasi dia hapal. Sehingga dalam penataannya akan sesuai dengan program dan tugas maupun apa yang dibutuhkan masyarakat Jember,” kata Hafidi.
Tahapan seleksi sekda dimulai pada 26 Mei 2023 dan diakhiri pada 23 Juni 2023. Panitia seleksi diketuai Yuli Witono, ketua tim ahli bupati dan dosen Universitas Jember. Sekretaris tim adalah Moh. Ali, dosen Universitas Jember.
Empat orang anggotanya adalah mantan rektor Universitas Jember Mohammad Hasan, Kepala Kantor Badan Kepegawaian Nasional Regional II Jatim Mohammad Ridwan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jatim Indah Wahyuni.
Yuli mengatakan, Edi, Bambang, dan Hadi mendapat nilai terbaik di antara enam peserta, berdasarkan hasil analisis dan rekapitulasi nilai rekam jejak yang berbobot 20 persen, nilai uji kompetensi bidang yang berbobot 25 persen, nilai makalah yang berbobot 20 persen, dan nilai wawancara yang berbobot 35 persen.
“Ada tes kesehatan di akhir sebagai pertimbangan kami. Jangan sampai peserta terbaik ada masalah dengan kesehatan. Ketiganya tidak ada masalah kesehatan,” kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jember ini. [wir]






