Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan memastikan pembangunan rumah pompa di kawasan Nginden, Kecamatan Sukolilo, segera direalisasikan pada 2026. Proyek bernilai Rp65 miliar ini diproyeksikan menjadi solusi pengendalian banjir bagi lima kelurahan di Surabaya Timur.
“Kesepakatannya jelas, pekerjaan boleh berjalan, tetapi setelah itu semua harus dikembalikan rapi seperti semula. Kalau sebelumnya paving, ya dikembalikan paving. Termasuk area parkir motor gereja yang terdampak, Pemkot akan membangunkan kembali di sisi utara,” ujar Eri usai rapat dengar pendapat, Kamis (29/1/2026).
Kepastian pembangunan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat Komisi C DPRD Surabaya bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya dan perwakilan Gereja Bethany. Rapat itu membahas trase pembangunan rumah pompa yang berlokasi di sekitar Gereja Bethany, Nginden Intan Timur.
“Ini bukan proyek untuk kepentingan gereja, tapi murni untuk pengendalian banjir. Rumah pompa ini dibangun untuk kepentingan warga,” kata Eri.
Mantan jurnalis menjelaskan, trase yang disepakati akan melintasi sebagian lahan yang selama ini digunakan untuk aktivitas Gereja Bethany. Namun, status lahan tersebut merupakan aset Pemkot Surabaya dengan skema izin pemakaian tanah sehingga tidak ada alih kepemilikan.
“Berdasarkan kajian teknis terbaru, jalur ini paling efisien dan aman untuk mendukung sistem drainase kawasan,” ucap politisi muda PDI Perjuangan ini.
Pembangunan rumah pompa ditargetkan mulai April 2026 dan mencakup satu unit rumah pompa yang akan menerima aliran air dari saluran Kalijagir. Dengan sistem tersebut, genangan air di kawasan permukiman diharapkan lebih cepat terurai saat hujan deras.
“Wilayah yang merasakan dampak langsung antara lain Nginden Jangkungan, Semolowaru, Medokan Semampir, serta sebagian Menur Pumpungan dan Klampis Ngasem,” jelas penghobi sepak bola ini.
Komisi C DPRD Surabaya berharap proyek ini berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan. Mengingat banjir masih menjadi keluhan rutin warga setiap musim hujan, rumah pompa ini diharapkan memberi dampak nyata bagi kawasan timur Surabaya.
“Kalau dirunut, dampaknya cukup luas. Fokusnya lima kelurahan di Sukolilo, tapi wilayah sekitar juga ikut terbantu,” pungkasnya. [asg/suf]






