Surabaya (beritajatim.com) – Dua lembaga survei di Jawa Timur, Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) dan Surabaya Survei Center (SSC), merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memiliki elektabilitas tinggi sebagai calon anggota DPD RI di Pemilu 2024.
Survei ARCI yang dilakukan pada Januari-Februari 2024 dan survei SSC yang dilakukan pada Juli-Agustus 2023 menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Kedua lembaga itu menempatkan LaNyalla di posisi teratas dengan raihan suara di kisaran 20 persen.
“LaNyalla masih menjadi calon anggota DPD RI dengan elektabilitas tertinggi di Jawa Timur,” ujar Direktur ARCI Baihaki Sirajt
Hal ini dibenarkan oleh Peneliti senior SSC Ikhsan Rosidi. Hasil kerja politik akan menghasilkan popularitas. Popularitas tinggi, biasanya elektabilitas tinggi,” ungkap Ikhsan.
LaNyalla memang dikenal sebagai sosok yang aktif turun ke lapangan untuk melihat dan mendengar langsung persoalan yang terjadi di daerah. Di Jawa Timur, ia telah mengunjungi 38 kabupaten/kota.
Sementara sebagai Ketua DPD RI, selama hampir 5 tahun menjabat, LaNyalla telah mengunjungi 34 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota di Indonesia, bahkan hingga ke pulau terluar dan perbatasan.
Survei CSIS yang dilakukan pada 13-18 Desember 2023 menunjukkan bahwa DPD RI menempati posisi ketujuh sebagai lembaga paling dipercaya publik, di atas KPK dan DPR RI.
“Saya bersyukur kepercayaan publik terhadap DPD RI di atas KPK dan DPR. Kami memang berkomitmen manyampaikan apapun aspirasi masyarakat, terutama di daerah kepada pemangku kebijakan di pusat, terutama Presiden. Termasuk usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diperlukan daerah,” kata LaNyalla ketika itu.
LaNyalla juga dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan tema-tema kebangsaan dan kenegaraan. Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal (Purn) Try Soetrisno bahkan memberikan wasiat kepada LaNyalla untuk melakukan Kaji Ulang Konstitusi hasil Amandemen tahun 1999-2002 demi penyelamatan bangsa dan negara.
Sejak saat itu, LaNyalla menawarkan Peta Jalan untuk kembali ke sistem bernegara sesuai rumusan pendiri bangsa. “Alhamdulillah, DPD RI secara kelembagaan mendukung, dan kami sudah menyiapkan kajian akademik untuk penyempurnaan dan penguatan sistem Demokrasi Pancasila untuk menghindarkan praktik penyimpangan yang terjadi di era Orde Lama dan Orde Baru,” tandasnya. [beq]






