Pacitan (beritajatim.com) – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Slamet Sutanto, menegaskan bahwa membangun koperasi tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, pengurus Koperasi Merah Putih di Pacitan belum sepenuhnya siap karena masih belum memahami apa yang harus dilakukan setelah izin koperasi diterbitkan.
“Membangun koperasi tidak semudah yang dibayangkan. Tidak cukup hanya dengan launching, tidak cukup dengan umbul-umbul,” tegas Slamet dalam sambutannya saat menghadiri peringatan Hari Koperasi sekaligus peluncuran Koperasi Merah Putih di Pendopo Kabupaten Pacitan, Rabu (23/7/2025).
Ia menekankan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih sebagai amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 harus benar-benar dijalankan dengan serius dan bukan sekadar formalitas.
“Suka tidak suka, cocok tidak cocok, kita harus mampu membina koperasi baru ini,” ujar Slamet.
Ia juga menyoroti pentingnya peran dinas terkait dan pemerintah desa dalam mengidentifikasi dan mendorong hadirnya sumber daya manusia unggul. SDM yang dimaksud, lanjut Slamet, harus menguasai digitalisasi serta memiliki inovasi dalam mengembangkan usaha desa. Ia menyebut hal ini masih menjadi kelemahan di banyak Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) maupun koperasi yang sudah ada.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pacitan, Heru Wiwoho, mengungkapkan bahwa hingga kini telah terbentuk 172 Koperasi Merah Putih di tingkat desa se-Kabupaten Pacitan. Namun, ia mengakui jumlah tersebut membawa tanggung jawab besar bagi pemerintah.
“Tugas berat ini perlu ditangani bersama melalui kolaborasi. Harapannya, koperasi tidak hanya tumbuh sebagai entitas ekonomi, tetapi menjadi rumah besar yang menopang perekonomian masyarakat,” kata Heru. [tri/beq]






