Probolinggo (beritajatim.com) – Antusiasme masyarakat Kota Probolinggo terhadap tradisi sapi brujul masih terasa hingga Selasa (18/11/2025). Banyak warga masih membicarakan kemeriahan gelaran budaya yang berlangsung akhir pekan lalu itu.
Tradisi sapi brujul di Probolinggo dikenal sebagai kearifan lokal yang tetap bertahan dari generasi ke generasi. Ribuan penonton memadati arena sebagai bukti budaya ini tetap digemari.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Sapi Brujul, Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih tersebut menjadi perhatian seluruh daerah. Para penonton tampak menikmati aksi sapi yang beradu kecepatan melintasi jalur berlumpur.
Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya melestarikan budaya tak benda ini agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Tradisi ini juga menjadi promosi efektif untuk sektor pariwisata kota.
Kepala Dispopar Kota Probolinggo, Muhammad Abas menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan terus didukung. “Budaya lokal harus tetap hidup, dan sapi brujul terbukti mampu menarik wisatawan,” ungkapnya.
Event ini turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Para pedagang merasa terbantu karena penonton yang datang membludak sejak pagi.
Masyarakat Probolinggo pun merasa bangga karena budaya mereka kini makin dikenal luas. Banyak generasi muda terlibat untuk memastikan tradisi ini tetap lestari di masa depan.
Sekretaris Paguyuban Sapi Brujul Djoyolelono, Agung menyampaikan bahwa agenda ini digelar berkala. “Setahun bisa delapan kali, agar antusias warga tidak pernah padam,” ujarnya.
Pengelompokan peserta hanya berdasarkan bobot dan ukuran sapi, sehingga adu ketangkasan berlangsung adil. Para peserta juga berharap pemerintah terus meningkatkan fasilitas arena.
Dengan dukungan kuat dari pemerintah dan masyarakat, tradisi sapi brujul semakin mengukuhkan jati diri budaya Kota Probolinggo. Warisan leluhur ini diyakini akan terus menjadi daya tarik wisata yang semakin berkembang. [ada/aje]






