Gresik (beritajatim.com) – Pendidikan yang merata dan berkualitas adalah salah satu prioritas pemerintah dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM). Namun, di Kabupaten Gresik, masih banyak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang kondisinya memprihatinkan.
Sebanyak 64 sekolah, yang terdiri dari 44 SD dan 20 SMP, tercatat dalam program perbaikan dengan kerusakan dari kategori sedang hingga berat.
Anggaran yang telah disiapkan untuk perbaikan mencapai Rp18,6 miliar. Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Herawan Eka Kusuma, mengungkapkan bahwa perbaikan ini akan dilakukan dalam dua tahap.
Gelombang pertama dimulai pada Juli 2025 melalui anggaran perubahan APBD yang sudah ditransfer langsung ke rekening sekolah atau panitia. Sementara itu, tahap kedua akan dimulai pada Oktober 2025.
“Semoga dengan anggaran Rp18,6 miliar, perbaikan sekolah yang rusak di Kabupaten Gresik bisa segera diselesaikan sesuai target,” ujar Herawan Eka Kusuma, Minggu (21/9/2025).
Selain itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Saifudin, menekankan pentingnya revitalisasi sekolah untuk mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik. “Laporan yang masuk di komisi kami ada 65 sekolah mengalami kerusakan sedang maupun berat,” kata Saifudin.
Ia juga menambahkan bahwa perbaikan tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga pengawasan dan pembinaan terhadap manajemen sekolah.
Dari total anggaran yang disediakan, Rp10 miliar dialokasikan untuk perbaikan SD, sementara Rp8,6 miliar untuk SMP. Beberapa bagian yang akan diperbaiki meliputi atap, tembok retak, lantai rusak, dan fasilitas penunjang lainnya.
“Harapannya, seluruh perbaikan infrastruktur ini bisa diprioritaskan dan selesai pada akhir tahun 2025,” ujar Saifudin, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kualitas sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar. [dny/suf]






