Ngawi (beritajatim.com) – Seorang pekerja bangunan nyaris tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Ngawi. Beruntung pria berusia 53 tahun itu berhasil melompat saat kereta api akan mendekat. Hanya saja sepeda motor korban hancur tertabrak kereta api tangki.
Peristiwa terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi pada Rabu (25/8/2021) pukul 07.30 WIB. Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE 4997 L itu hancur. Beruntung korban selamat setelah berhasil melompat dari sepeda motornya saat kereta api mendekat.
Kejadian bermula saat korban berangkat kerja mengendarai sepeda motornya. Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya diperlintasan tanpa palang pintu mendadak korban melihat ada kereta api datang dari arah madiun menuju solo. Korban yang terlanjur berada di perlintasan panik. Beruntung korban berhasil melompat dari sepeda motornya saat kereta api akan mendekat. Tak ada luka sedikit pun pada tubuh korban. Hanya saja sepeda motornya hancur tertabrak kereta api tangki Pertamina.
“Saya langsung melompat posisi sudah dekat pkoknya saya tidak tau yang penting saya lolos,” terang Darwoto, korban selamat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ngawi”]
Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP. Oleh polisi sepeda motor korban langsung diamankan ke kantor Polsek Paron sebagai barang bukti. Sementara warga di lokasi berharap segera dipasang palang pintu di perlintasan tersebut karena sering memakan korban jiwa.
“Menurut korban tidak ada kereta. Ternyata jarak dekat. Korban terkejut,kalau korban menyelamatkan motor nyawa korban tidak tertolong korban akhirnya melompat. Korban tidak ada luka cuma motornya hancur,” terang Iptu Suyatno, Kapolsek Paron. [fiq/but]






