Surabaya (beritajatim.com) – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya bersiaga menyambut kepulangan Jemaah Haji Indonesia ke tanah air. Kedatangan pertama dijadwalkan pada Sabtu, 22 Juni 2024 pukul 21.05 WIB di Bandara Internasional Juanda.
Menyikapi tingginya risiko kesehatan Jemaah Haji yang berusia lanjut dan kelelahan fisik, BBKK Surabaya menyiapkan 10 unit ambulans untuk mengantisipasi kegawatdaruratan medis.
“Kami harap semua Jemaah Haji kembali dengan sehat,” ujar Dr. Rosidi Roslan, Kepala BBKK Surabaya. “Namun, kami tetap siaga dengan 10 ambulans, termasuk dari kolaborasi dengan instansi lain.”
Selain itu, BBKK Surabaya juga akan melakukan skrining penyakit menular melalui swab bagi Jemaah Haji yang bergejala demam, batuk, dan pilek. Swab juga dilakukan pada Jemaah Haji dengan suhu tubuh 38 derajat celcius atau menunjukkan gejala batuk pilek.
“Deteksi dini penting untuk memetakan penyakit menular yang masuk ke Indonesia,” jelas Dr. Rosidi. “Kami ingin memastikan kesehatan Jemaah Haji dan masyarakat Indonesia.”
BBKK Surabaya juga tidak lupa melakukan pemeriksaan sanitasi pesawat untuk mencegah penyakit menular yang mungkin terbawa oleh vektor atau binatang pembawa penyakit. Petugas sanitarian akan memeriksa kabin penumpang, toilet, tempat penyimpanan makanan, dan lain-lain.
“Sanitarian kami selalu siaga untuk memeriksa setiap pesawat yang membawa Jemaah Haji,” kata Dr. Rosidi. “Kami ingin memastikan kesehatan Jemaah Haji dan masyarakat Indonesia.”
Untuk mendukung kelancaran debarkasi Jemaah Haji, BBKK Surabaya telah menyiapkan 62 petugas kesehatan.
“Semoga debarkasi lancar dan Jemaah Haji semua sehat sampai di rumah,” tutup Dr. Rosidi. [rea/ian]






