Magetan (beritajatim.com) – Atap ruang kelas V dan Kelas IV SDN Bogem 2 yang roboh diduga akibat bangunan lapuk.
Beruntung saat kejadian pada Kamis (28/7/2022) pukul 21.00 WIB tak ada aktivitas sehingga nihil korban. Kepala SDN Bogem 2 Siti Aisyah sudah melaporkan kejadian itu ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Magetan
Sebelumnya, dia sudah mengajukanperbaikan bangunan untuk dianggarkan dalam dana alokasi khusus (DAK) 2023. Sudah bertahun-tahun kuda-kuda ruang kelas itu lapuk. Belakangan, karena kondisi yang makin parah namun belum bisa direhab, siswa dialihkan belajar di ruang usaha kesehatan sekolah (UKS).
“Sementara siswa kami arahkan untuk belajar di UKS. Kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Sebenarnya sudah lama lapuk. Kami sampai ajukan perbaikan menggunakan DAK tahun 2023. Tapi, belakangan sudah kayu penyangga sudah melengkung ke bawah, akhirnya kami laporkan ke dinas, tapi akhirnya roboh” kata Siti, Jumat (29/7/2022)
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Magetan Suwata mengungkapkan jika pihaknya sudah melakukan inventarisir ke lokasi. Perbaikan akan dilakukan tahun ini.
“Sudah kami inventarisir. Tahun ini akan diperbaiki, kami anggarkan nanti dalam perubahan APBD 2022,” kata Suwata.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sekolah-ambruk”]
Untuk diketahui, atap dua ruang kelas SDN Bogem 2, Desa Bogem, Kecamatan Kawedanan, Magetan, Jawa Timur ambruk pada Kamis (28/7/2022) pukul 21.00 WIB. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga dan kemudian dilaporkan ke pihak sekolah.
Suyitno, penjaga sekolah mengungkapkan jika atap sekolah tersebut ambruk saat malam hari. Dia mendengar suara gemuruh di sekitar lokasi. Kemudian, dia melihat ternyata atap yang sudah termakan usia itu ternyata ambruk.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut karena tidak ada aktivitas di sekolah. Sebelumnya, kayu penyangga atau kuda-kuda sudah tak kuat menahan galvalum dan genting yang baru diganti beberapa waktu lalu. (fiq/ted)






