Jombang (beritajatim.com) – Acara Kenduren atau Kenduri Durian Wonosalam Jombang 2023 berlangsung sukses. Namun demikian, acara tahunan ini diharapkan bukan sekadar event wisata, tapi harus memiliki daya ungkit ekonomi masyarakat. Sehingga ekonomi masyarakat Wonosalam ikut terkerek.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Bidang Bisnis-UMKM dan Pedesaan ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) Orwil Jawa Timur Yusron Aminulloh, Minggu (5/3/2023). Menurut Yusron, Kenduren Wonosalam Jombang merupakan event tahunan terbesar di kota santri Jombang.
“Event ini menjadi kekuatan daya tarik wisata, kelak nasional bahkan kelas internasional, apalagi kedepan dibangun ecosytem. Membangun ecosytem itu tidak mudah. Tapi wajib dilakukan, agar akan berlangsung lama, tanpa tergantung person, tapi menjadi sistem,” kata Yusron Aminulloh yang juga Ketua SC (steering comitee) Kenduren Wonosalam 2023.
BACA JUGA:
Kenduri Durian Wonosalam Jombang Diserbu Ribuan Orang, 2023 Butir Ludes Sekejab
Yusron mengungkapkan, Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan sudah seharusnya menjadi pedoman. Karena itu perlu sinergi kongkrit. Yakni, Pemkab dan panitia pelaksana memiliki konsep berkelanjutan. “Bukan hanya event wisata, tapi wajib menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat,” kata Yusron yang juga CEO DeDurian Park ini menegaskan.
“Contoh kongkrit, jangan meeting persiapan acara, bahkan pembentukan kepanitian selalu mendadak yaitu tiga bulan sebelum acara. Harusnya sejak setahun sebelummya, bahkan disusun konsep 5 tahun. Di sini mempersulit mendapat sponsor besar karena semua perusahaan selalu diplot anggaran setahun sebelumnya,” ujarnya.
Bahkan Yusron juga mengharap semua pihak duduk bersama. Pemkab Jombang dan panitia menyatu dalam satu badan. Artinya, Kenduren Wonosalam bukan hanya menjadi gawe satu dua dinas. Tapi menjadi acara Pemkab Jombang dan masyarakat luas. Misalnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian harusnya melibatkan pabrik dan dunia industri menjadi pendukung dan sponsor acara.
BACA JUGA:
Durian Wonosalam Jombang Jadi Magnet Menteri Sandiaga Uno
“Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) libatkan CSR perusahaan, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) bantu discount iklan, Dinas Pendidikan kirim group kesenian sekolah terpilih, dan ragam dukungan penuh Pemkab. Nah, soal-soal seperti itu belum berjalan,” tambah Yusron.
Apalagi kalau menggunakan Kriteria SDGs itu mencakup pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi, kehidupan sosial, kualitas lingkungan hidup, dan menjamin keadilan. Dengan demikian, orientasi itu dapat meningkatkan kualitas hidup untuk generasi berikutnya.
“Alhamdulillah selama ini sudah punya dampak ekonomi masyarakat. Tapi masih kecil dibanding seharusnya. Karena berhenti menjadi event. Maka kedepan membangun ecosytem adalah hal wajib,” pungkas CEO DeDurian Park Wonosalam Kabupaten Jombang ini. [suf/ted]






