Jombang (beritajatim.com) – Lapangan Wonosalam Jombang didesain sedemikian rupa, Minggu (5/3/2023). Panggung megah berdiri. Di depannya sebuuah gunungan berukuran besar berada di tengah lapangan itu. Bukan gunungan biasa. Tapi gunungan raksasa tersebut berisi 2023 butir durian.
Sejak pagi, pengunjung mengalir ke lapangan tersebut. Semakin siang jumlahnya semakin banyak. Mereka menyemut ke tengah lapangan. Para pengunjung ini bukan hanya datang dari Kabupaten Jombang. Tapi juga dari daerah sekitar. Semisal dari Kediri, Lamongan Bojonegoro, Tuban, Mojokerto, Sidoarjo, serta Surabaya.
BACA JUGA:
Semerbak Aroma Durian di Sepanjang Jalan Wonosalam Jombang
Maklum saja, hajatan yang mulai digelar sejak 2012 ini vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Kenduren atau Kenduri Durian ditiadakan pada 2021 dan 2022. Nah, pada 2023 ini hajatan sebagai wujud rasa syukur atas panen hasil bumi ini kembali digelar. Pengunjung menyambutnya dengan hangat. Jalan-jalan menuju Wonosalam disesaki manusia.
Bupati Jombang Mundjidah Wahab bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) berada di panggung utama. Hadir pula perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh. Kehadian wanita ini mewakili Menteri Sandiaga Uno yang berhalangan.
BACA JUGA:
Kontes Durian Wonosalam Jombang Tarik Minat Wisatawan Malaysia
Sebelum pembagian 2023 buah durian gratis dari gunungan raksasa, acara diawali dengan kirab tumpeng hasil bumi dari sembilan desa di Kecamatan Wonosalam. Tumpeng itu berisi durian, manggis, salak, wortel, serta buah-buahan asli Wonosalam lainnya. Tumpengan tersebut dipikul belasan orang. Menerobos kerumunan, memasuki tengah lapangan.
“Saya sampai di Wonosalam selepas subuh. Berangkat dari rumah dini hari. Harapannya, mendapat durian asli Wonosalam secara gratis. Ini moment yang mengasikkan. Saya datang bersama keluarga,” kata Rojikin (43), warga asal Kabupaten Tuban saat berada di tengah lapangan.
Kirab Hasil Bumi 9 Desa

Iring-iringan tumpeng hasil bumi terus berlangsung. Lantunan salawat nabi membuat kirab hasil bumi semakin bermakna. Kirab dari Desa Sumberjo paling banyak menyita perhatian pengunjung. Belasan orang yang memikul tumpeng tersebut mengenakan baju tradisional. Sembari memikul, mereka berlenggak-lenggok mengikuti irama salawat.
Setelah semua masuk lapangan, salah satu panitia melantunkan doa. Sebagai penanda 2023 butir durian di gunungan raksasa siap untuk dibagikan. Begitu doa selesai, dari salah satu sudut terlihat pengunjung berebut durian di tumpeng kecil yang diarak warga. Mereka memanjat tumpeng kecil itu.
Tapi untuk tumpeng raksasa, pengunjung tidak bisa saling berebut. Karena di sekeliling gunungan raksasa tersebut ada pagar. Sebagai gantinya, seratusan petugas mengambil durian di gunungan kemudian membagikannya ke pengunjung. Begitu dilakukan secara berulang-ulang. Hingga 2023 butir durian tersebut tandas dalam sekejab.
BACA JUGA:
Petani Durian Wonosalam Sumringah, Dagangannya Diborong Ketua AKD Jombang
Bupati Jombang menyaksikan moment tersebut dari atas panggung. Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang hadir. Pasalnya, Kenduri Durian 2023 ini berlangsung lebih tertib. Biasanya, kata bupati, lantunan doa belum selesai dibacakan, pengunjung sudah berebut durian.
“Tapi untuk tahun ini lebih tertib. Doa selesai dibacakan, pengunjung baru berebut buah durian. Terima kasih atas kehadiran seluruh pengunjung. Yang hadir ini dari seluruh penjuru Jawa Timur. Sekali lagi, atas nama Pemkab Jombang kami mengucapkan terima kasih,” ujar Mundjidah.
Mundjidah mengatakan bahwa Kenduren atau Kenduri Durian ini dimulai pada 2012. Artinya sudah 12 tahun berjalan. Namun Kenduren sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Yakni pada 2021 dan 2022. “Kebetulan selama dua tahun itu hasil panen durian juga kurang bagus,” kata Mundjidah.

Dia mengatakan bahwa acara tahunan tersebut merupakan bentuk syukur warga Wonosalam atas hasil bumi yang melimpah. Karena potensi Wonosalam bukan hanya durian, tapi bermacam-macam buah lainnya. Semisal manggis dan salak. Makanya, sebelum kenduri durian, warga Wonosalam juga menggelar kenduri manggis beberapa waktu lalu.
“Ada juga sayuran. Juga temnpat wisata di Wonosalam yang tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Wisatawan dari berbagai daerah datang ke Wonosalam. Kabupaten Jombang ini ada 21 kecamatan. Dari jumlah itu yang paling subur dan indah adalah Wonosalam,” kata Mundjidah.
Dalam kenduri durian tersebut, Bupati Jombang juga menyerahkan piala untuk pemenang kontes durian Wonosalam 2023. Juara 1, 2 dan 3 diminta naik ke atas panggung. Para juara ini kemudian menerima uang pembinaan serta piagam yang diserahkan Bupati Jombang. [suf/ted]






