Surabaya (beritajatim.com) – Ereksi penis merupakan sesuatu yang umum terjadi pada kalangan pria. Aktivitas penis yang menegang dan membesar ini mungkin saja terjadi ketika ada rangsangan berupa visual, auditori, ataupun sentuhan.
Namun tak jarang pula hal ini kerap terjadi pada pagi hari saat bangun tidur. Sebagian orang terkadang masih saja bertanya-tanya terkait penyebab pria mengalami ereksi di pagi hari.
Bahkan disaat tidak ada aktivitas tertentu yang dilakukan untuk mempengaruhinya, seperti halnya mimpi bersetubuh, memikirkan seks, atau pun membayangkan seorang wanita.
Namun ini bisa saja terjadi karena adanya insting alami pada setiap laki-laki. Salah satunya yaitu tegang saat bangun tidur di pagi hari.
Ereksi pagi hari merupakan hal yang normal, terlebih dialami oleh para remaja pria yang sehat secara fisik. Ini juga tidak terlepas dari adanya hormon testosteron yang kaum adam miliki.
Hormon inilah yang mempengaruhi kejantanan seks seseorang. Salah satu teori menyebutkan bahwa saraf parasimpatis yang mempengaruhi sakral yang terhubung dengan kantung kemih.
Namun beberapa dokter mungkin tidak sependapat dengan hal ini. Karena ketika pria buang air kencing harusnya bisa menyebabkan mereka ereksi, padahal ini tidak selalu demikian.
Namun teori lainnya menjelaskan terjadinya ereksi seseorang akibat mimpi atau bayangan aktivitas seksual hingga karena adanya sentuhan yang dilakukan wanita.
Sama halnya tanggapan sebelumnya, teori ini masih dirasa kurang tepat. Karena ereksi yang terjadi hampir setiap hari belum tentu diakibatkan oleh mimpi berhubungan seks setiap hari pula. Begitu juga mengenai sentuhan, entah itu disengaja ataupun tidak.
Salah satu teori yang dianggap paling tepat ialah meningkatnya kadar hormon testosteron di pagi hari. Hormon ini berperan sangat penting untuk sistem reproduksi dan pembuatan sperma.
Selain itu, juga terdapat hormon-hormon lain, seperti kortisol. Hormon yang dapat terpengaruhi ketika seseorang stres.
Para pria juga memiliki hormon estogren, meski jumlahnya cukup kecil. Namun, jika semua hormon tersebut seimbang maka bisa dikatakan sebagai pria sehat.
Sedangkan ketika kortisol tidak seimbang akibat stres berkepanjangan, kelelahan, atau hal lain, tentu para pria tidak akan mengalami ereksi di pagi hari. Tak ayal jika hormon dalam kondisi terganggu maka dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.
Bahkan jika frekuensi ereksi berkurang atau tidak terjadi setiap hari, maka hal ini bisa dijelaskan secara medis. Misalnya akibat adanya penyakit tertentu seperti jantung, diabetes, hipertensi, hingga tidak teraturnya sirkulasi darah.
Jika hal ini dialami seorang pria, maka yang perlu dilakukan ialah segera memperbaiki gaya hidup atau pergi periksakan ke dokter. (fyi/ian)






