Surabaya (beritajatim.com) – Inferiority complex merupakan sindrom rendah diri yang dialami seseorang. Biasanya penderitanya akan merasa lemah, tak berdaya, dan tak mampu melakukan sesuatu.
Meski sebenarnya rendah diri dianggap sesuatu yang wajar, tapi untuk hal ini justru dapat memberikan dampak buruk. Salah satunya mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, hal ini bisa membuat seseorang jadi sulit untuk maju atau berkembang.
Ada beberapa faktor seseorang mengalami inferiority complex, seperti pengalaman di masa kecil, psikologis seseorang, atau mungkin faktor ekonomi sosial.
Adapun ciri-ciri seseorang yang mengalami sindrom rendah diri, di antaranya;
Insecure berlebihan
Hal mendasar yang kerap dirasakan oleh penderita inferiority complex ialah rasa insecure yang berlebihan. Selalu ada perasan kurang, tidak layak, dan tidak mampu dalam melakukan sesuatu.
Bandingkan diri dengan orang lain
Selain rasa tidak percaya diri, mereka juga kerap membandingkan diri dengan orang lain. Entah perihal pencapaian atau hal lainnya. Hal inilah yang kemudian membuat ia menjadi rendah diri. Merasa tidak akan mampu melampaui orang lain.
Mudah menyerah
Ciri lainnya yang kerap dijumpai oleh penderita syndrom rendah diri ini ialah sikapnya yang mudah menyerah. Alih-alih memacu semangatnya, ia justru sebaliknya, sangat mudah menyerah. Tentu saja hal ini bisa memberikan dampak buruk kedepannya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penyakit”]
Menjauh dari lingkungan sosial
Karena rasa percaya diri yang sangat rendah, akhirnya membuat seorang dengan sindrom rendah diri memilih menjauh dari lingkungan sosial. Ini diperparah karena ia merasa cemas dan takut melihat realita sosial yang dianggapnya terlalu tinggi untuk digapai atau diikuti.
Suka cari validasi
Hal ini juga kerap membuatnya mencari validasi dari orang lain. Berharap seseorang membenarkan keputusannya. Pada dasarnya, ia berusaha mendapatkan pengakuan dari orang lain. (fyi/ian)






