Ringkasan Berita
BPJS Kesehatan meluncurkan Layanan Ujung Negeri (LANURI) untuk memperluas akses Program JKN melalui layanan VIOLA dan BPJS Keliling, termasuk di wilayah kerja Cabang Kediri.
Di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Kediri, LANURI hadir melalui enam titik layanan yang tersebar di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Nganjuk.
Secara nasional, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali selama Januari–Mei 2026, didominasi layanan informasi dan perubahan data FKTP.
BPJS Kesehatan menargetkan LANURI mampu menghadirkan layanan administrasi JKN yang lebih mudah diakses masyarakat di wilayah dengan keterbatasan geografis maupun infrastruktur digital.
Kediri (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan terus memperluas akses pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI), masyarakat kini dapat memanfaatkan layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) maupun BPJS Keliling untuk memperoleh pelayanan administrasi JKN dengan lebih mudah.
Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kediri, implementasi LANURI dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor guna menjangkau masyarakat di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, hingga Kabupaten Nganjuk.
Enam Titik Layanan Hadir di Wilayah Kediri Raya
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan LANURI merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dalam menghadirkan pelayanan JKN yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala akses pelayanan akibat kondisi geografis maupun keterbatasan sarana transportasi.
“LANURI bukan sekadar program layanan, melainkan wujud nyata semangat gotong royong untuk menghadirkan akses JKN yang adil hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,” kata Tutus.
Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kediri, layanan BPJS Keliling diselenggarakan di:
GOR Joyoboyo Kota Kediri;
Puskesmas Wonodadi, Kabupaten Blitar;
Alun-Alun Kota Blitar.
Sementara layanan VIOLA tersedia di:
Puskesmas Silir, Kabupaten Kediri;
EDC Warujayeng, Kabupaten Nganjuk;
Puskesmas Slumbung, Kabupaten Blitar.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan administrasi JKN tanpa terkendala jarak maupun kondisi geografis,” tambah Tutus.
VIOLA Permudah Administrasi JKN
Sebagai penyelenggara Program JKN, BPJS Kesehatan menghadirkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) sebagai layanan berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat mengurus administrasi kepesertaan, memperoleh informasi, hingga menyampaikan pengaduan secara real time tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Pelaksanaan layanan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan, kantor desa, kelurahan, kecamatan, sekolah, maupun instansi lain di wilayah 3T.
Selama Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali. Mayoritas pelaksanaan berlangsung di puskesmas dengan jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan berupa informasi kepesertaan dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) tercatat menjadi kelompok yang paling banyak menggunakan layanan tersebut.
LANURI Digelar Serentak di 558 Titik
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan bagian dari implementasi LANURI yang menjadi salah satu program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan.
“Hari ini kita laksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA,” ujarnya.
Menurut Prihati, layanan jemput bola tetap diperlukan karena tidak seluruh wilayah Indonesia memiliki akses jaringan komunikasi maupun literasi digital yang memadai.
Kolaborasi dengan Koperasi dan TNI
Program LANURI juga mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menyatakan jaringan Koperasi Desa Merah Putih siap mendukung pelaksanaan VIOLA maupun BPJS Keliling hingga tingkat desa.
Sementara Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, menyebut jaringan fasilitas kesehatan TNI, kapal rumah sakit, hingga sekitar 76 ribu personel Babinsa dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil.
Melalui sinergi tersebut, BPJS Kesehatan berharap seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas, tetap memperoleh pelayanan administrasi JKN secara mudah, cepat, dan merata. [nm/aje]






