Pacitan (beritajatim.com) – Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kembali disalurkan oleh Kemensos (Kementerian Sosial) Republik Indonesia. Setelah beberapa hari lalu di Kabupaten Ponorogo, kini bantuan diberikan kepada ratusan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Pacitan. Di kabupaten yang berjuluk 1001 goa itu, tepatnya di aula Kecamatan Punung, penyaluran bantuan ATENSI dari Kemensos itu melalui Sentra Terpadu Kartini di Temanggung.
Bantuan dengan nilai total Rp 411 juta itu, diserahkan dan disaksikan langsung oleh anggota komisi VIII DPR RI Ina Amania. Dimana komisi VIII DPR RI itu merupakan mitra kerja dari Kemensos. Sehingga kehadiran Ina Amania itu, juga sebagai fungsi pengawasan dari lembaga legislatif atas kinerja dari Kemensos.
“Kemensos itu mitra kerja komisi VIII, kedatangan saya sebagai anggota komisi itu, untuk melakukan fungsi pengawasan pada penyaluran bantuan di Pacitan,” kata Ina Amania, Sabtu (24/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kemensos”]
Ina menjelaskan bahwa Sentra Terpadu Kartini di Temanggung merupakan UPT Kemensos. Dimana lembaga itu yang diutus oleh bu menteri Tri Rismaharini untuk memberikan bantuan kepada PPKS di Kabupaten Pacitan. Dia berharap semua bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima manfaat. “Yang mendapatkan bantuan bidang kewirausahaan harus dikelola dengan baik. Agar usahanya makin maju dan berkembang,” pungkas Ina Amania.
Bantuan dengan nilai total Rp 411 juta itu, diserahkan kepada 406 penerima manfaat. Dengan rincian bantuan untuk pemenuhan hidup layak, yakni sebanyak 360 penerima manfaat dengan nilai Rp 198 juta. Sebanyak Rp 99 juta diberikan kepada 30 penerima manfaat untuk alat bantu aksesibilitas. Sedangkan untuk bantuan kewilayahan untuk 16 penerima manfaat dengan nilai Rp 64 juta, sisanya untuk bantuan logistik sebanyak Rp 50 juta.
“Mewakili Pemerintah Daerah Pacitan, saya berterima kasih untuk kesigapan Kemensos dalam memberikan bantuan dan merespon permasalahan sosial,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Sumorohadi saat mengapresiasi kerja Kemensos.
Sementara itu, Giyanto (40) salah satu penerima manfaat untuk bantuan kewirausahaan mendapatkan bantuan alat sound sistem. Gianto merupakan seorang penyandang disabilitas fisik. Sejak lahir Ia mengalami kelainan pada bentuk kaki. Bentuk kakinya melengkung mengakibatkan ia kesulitan berjalan. “Rencananya saya mau usaha penyewaan sound sistem. Selama ini saya hanya ikut orang, sebagai tukang sound. Alhamdulillah sekarang punya alat sendiri,” pangkas Giyanto.(end/kun)






