Cimahi (beritajatim.com) – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat upaya mitigasi bencana di Indonesia. Salah satu langkahnya adalah dengan membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) dan melatih para relawannya.
Pada Sabtu (23/3), Kemensos mengukuhkan 60 relawan KSB di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Komara Dewi (46), salah satu relawan, mengaku tergerak untuk membantu masyarakat di daerahnya yang rawan banjir dan longsor.
“Saya ingin membantu menyadarkan warga bahwa risiko banjir bisa diminimalisir,” ungkap ibu dua anak ini.
Para relawan KSB ini mendapatkan pembekalan materi dan pelatihan simulasi kebencanaan selama tiga hari.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, mengatakan bahwa KSB merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“KSB ini penting untuk mengantisipasi dan menyiapkan warga agar siap siaga terhadap bencana,” kata Robben.
Pj. Walikota Cimahi, Dicky Saromi, menyambut baik pembentukan KSB ini. Ia berharap para relawan KSB dapat menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.
“Semoga para relawan dapat berdedikasi, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahannya,” harap Dicky.
Selain mengukuhkan relawan KSB, Kemensos juga mendirikan lumbung sosial berisi kebutuhan logistik untuk situasi darurat. Kemensos juga menyerahkan bantuan senilai Rp 304.657.905 untuk kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Kota Cimahi, meliputi lumbung sosial, fasilitas KSB, dan Fasilitas Tagana Masuk Sekolah (TMS). [ADV/aje]






