Surabaya (beritajatim.com) – Kemenag Surabaya melaporkan bahwa hingga hari ini, Senin, 17 Maret 2025, masih terdapat 827 calon jemaah haji yang belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Surabaya, Sururil Faizin, menyampaikan total jemaah berhak melakukan pelunasan ini ada 2.815 orang. Sementara sekitar 30 persen sisanya belum lunas.
“Pada tahap pertama pelunasan Bipih 14 Februari sampai 14 Maret 2025, yang diperuntukkan untuk CJH reguler dan prioritas lansia, baru 1.988 yang dinyatakan lunas,” kata Sururil, pada Senin (17/3).
Menurut Sururil, pelunasan Bipih jemaah calon haji ini terkendala oleh beberapa faktor, yaitu masalah kesehatan, masalah finansial, dan penggabungan mahram yang belum memenuhi syarat.
“Kendala jemaah yang belum melakukan pelunasan mungkin di finansial, penggabungan mahram yang belum memenuhi syarat, atau jemaah yang sakit permanen,” jelas dia.
Dari data sekitar 30 persen jemaah yang belum melakukan pelunasan itu. Kemenag Surabaya memberi kesempatan untuk melakukan pelunasan BIPIH pada tahap kedua, yang dibuka mulai 24 Maret hingga 17 April 2025.
“Pelunasan tahap dua ini diperuntukkan bagi jemaah reguler tahap 1 yang gagal sistem. Lalu juga ada jemaah pendamping lansia, jemaah penggabungan mahram, jemaah pendamping disabilitas, dan jemaah cadangan,” imbuh Sururil.
Nominal pelunasan Bipih jemaah haji di Surabaya juga bervariasi, mulai sekitar Rp 33,6 juta. Dengan rincian total BIPIH yang harus dibayarkan adalah Rp 60.955.751. Kemudian jemaah telah melakukan setoran awal Rp 25 juta dan menerima nilai manfaat dengan nominal sekitar Rp 2.293.753.
Sementara, lanjut Sururil, terkait informasi keberangkatan ke tanah suci jemaah haji dari Surabaya ini, diperkirakan akan berangkat pada bulan Mei 2025 mendatang.
“Secara Jawa Timur, nasional pemberangkatan akan dimulai 1 Mei 2025, termasuk Embarkasi Surabaya. Kalau Kota Surabaya tanggal pastinya belum tahu, karena nunggu pelunasannya selesai,” ucap dia.






